TRIBUN-BALI.COM - Warga Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana dikejutkan dengan peristiwa lakalantas yang melibatkan bus pariwisata, Kamis (23/4).
Adalah bus yang menyeruduk kendaraan Toyota kijang sedang parkir di pinggir jalan hingga ringsek. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun satu orang penumpang bus dilaporkan mengalami luka robek.
Menurut informasi yang diperoleh Tribun Bali, peristiwa tersebut terjadi di jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Kecamatan Mendoyo.
Kecelakaan melibatkan bus nomor polisi BE 7065 IU dengan kendaraan Toyota Kijang DK 1183 AA terjadi sekitar pukul 09.10 WITA.
Bermula dari bus PT Singa Raja Putra datang dari arah barat menuju timur atau dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.
Baca juga: 2 WNA Rusia Terjebak di Tebing Curam Pantai Cemongkak, Tim SAR Evakuasi Korban dengan Helikopter!
Baca juga: OVERLOAD Kendaraan di Badung Tembus 1 Juta, Muncul Isu Pembatasan demi Selamatkan dari Kemacetan!
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), bus disebutkan mengalami patah as setir sehingga tidak bisa dikendalikan dan menabrak ran Kijang yang sedang parkir di kanan jalan dari arah Gilimanuk.
Mobil kijang tersebut ditabrak hingga ringsek. Mobil kijang tersebut tanpa penumpang. Selain itu juga mengakibatkan tiang WiFi dan baliho toko setempat dalam konsisi miring.
Akibat kejadian tersebut, seorang penumpang menjadi korban. Penumpang bus bernama Sri asal Jawa Barat tersebut mengalami luka pada bagian siku tangan kiri dan mendapatkan tiga jaritan di Puskesmas 1 Mendoyo.
Setelah kejadian tersebut, personel kepolisian melakukan pengaturan arus lalu lintas. Beberapa jam kemudian, bus berhasil dievakuasi ke tempat aman dan mobil kijang masih berada di pinggir jalan.
“Satu orang penumpang mengalami luka di bagian siku tangannya dan sudah mendapatkan penanganan,” jelas Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika saat dikonfirmasi, Kamis (23/4).
Dia menyebutkan, atas kondisi kedua kendaraan tersebut, juga menyebabkan kerugian material hingga sekitar Rp 30 juta lebih.
“Musibah bisa terjadi kapan, di mana dan terhadap siapa saja. Kami imbau masyarakat khususnya pengendara agar tetap waspada dan hati-hati saat berkendaraan terutama di jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk yang dikenal padat kendaraan,” imbaunya. (mpa)