Grid.ID - Artis El Rumi dan Syifa Hadju jalani ritual sembogo jelang hari pernikahan. Ritual sembogo itu dilakukan El dan Syifa saat keduanya memakai baju adat Jawa untuk sesi foto prewedding.
Hal itu diketahui dari unggahan di akun Instagram @thebridedept pada (21/04/2026). Di unggahan itu, El dan Syifa tampak memakai busana khas Keraton Kasunanan Surakarta.
Sebelum sesi pemotretan, mereka tampak dirias oleh penata rias khusus. Di video itu, keduanya terlihat dirias dengan riasan khas pengantin Jawa.
Bahkan, ada pula ritual khusus saat wajah keduanya ditiup asap rokok oleh Perias Pengantin Keraton Mangkunegaran Solo. Ritual itu disebut dengan istilah Sembogo.
Lantas apa ritual Sembogo yang dilakukan El Rumi dan Syifa Hadju jelang nikah? Simak penjelasannya.
Ritual Sembogo yang Dilakukan El Rumi dan Syifa Hadju

Melansir Tribunnews.com, Sembogo adalah bagian dari tradisi kebudayaan masyarakat Jawa dalam prosesi rangkaian pernikahan. Menurut Guru Besar Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Prof Dr Bani Sudardi, MHum, kata Sembogo/sembaga atau dalam istilah lain suwasah sendiri diambil dari warna kulit ideal orang Jawa yakni kuning keemasan.
"Jadi itu, kulit yang bagus, menurut tradisi Jawa ini berwarna campuran emas dan tembaga. Kalau orang sekarang nyebutnya kinclong atau glowing," kata Bani saat dihubungi Tribunnews, Kamis (26/2/2020) lalu.
Bani melanjutkan, tradisi Sembogo dalam kebudayaan Jawa termasuk dalam kegiatan ritual. Berdasarkan literatur yang ada, tradisi Sembogo telah ditemukan berabad-abad lalu.
"Secara pasti tidak diketahui. Tetapi yang jelas, budaya merias pengantin dan mempercantik diri dapat dilihat di relief candi-candi di pulau Jawa," ucap Bani.
Ia menyebut pada zaman dahulu tradisi Sembogo dilakukan oleh ahli rohani yang dipercaya oleh lingkungan masyarakat di satu tempat.
"Dalam hal ini rias pengantin yang tradisional, juga punya doa-doa khusus ritual, seperti yang ada di Instagram itu. Tapi itu intinya itu adalah doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pekerjaan yang dilakukan ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," terangnya.
Lebih lanjut, tradisi Sembogo dilakukan untuk memecah 'tejo', sehingga aura kecantikan calon pengantin bisa dipancarkan. Bagi orang Jawa 'tejo' adalah puncak dari kecantikan dan keindahan seseorang.
"Dengan adanya ritual seperti itu, dimaksudkan supaya Tejo itu pecah dan melingkupi, pengantin itu. Jadi wajahnya akan terlihat beda sekali dari biasanya, maksudnya seperti itu, seperti kedatangan bidadari," kata Bani.
Tradisi ini memiliki pembelajaran jika dalam membangun sebuah rumah tangga harus berlandaskan keindahan, baik secara fisik maupun non fisik.
"Rumah tangga ideal dan akan menghasilkan keturunan yang baik-baik, itu maknanya. Ya sekarang cantik karena makeup itu sebenarnya. Juru rias sekarang tidak menggunakan itu (tradisi Sembogo, red), sudah ditinggalkan pada umumnya," tandasnya.
Bani juga menjelaskan soal penggunaan rokok yang dipakai untuk meniupkan asap pada calon pengantin. Menurut Bani, masyarakat Jawa pada umumnya ketika menggelar sebuah ritual tidak lepas dari unsur-unsur yang menggunakan api.
"Seperti kemenyan, membakar rempah-rempah yang menimbulkan bau yang wangi. Simbolisnya seperti itu. Sebenarnya di sembur dengan rempah-rempah lalu disemprot untuk memecah tejo tadi," lanjut Bani.
Demikianlah makna ritual Sembogo yang dilakukan El Rumi dan Syifa Hadju jelang nikah.