Sosok Kakek 4 Cucu Tewas Dikeroyok di Gang Sempit Surabaya Dikenal Ramah, Baru Cerai Setahun Lalu
Arie Noer Rachmawati April 24, 2026 08:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Suasana pagi di kawasan padat penduduk Jalan Pragoto 2, Simolawang, Simokerto, Surabaya, mendadak berubah mencekam pada Kamis (23/4/2026).

Seorang pria lanjut usia berinisial MJ (61), ditemukan tergeletak tak bernyawa di tengah gang sempit.

Korban yang dikenal sebagai kakek dari empat cucu itu diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh lebih dari dua orang pelaku.

Menurut keterangan keluarga, peristiwa tragis ini bermula sejak subuh.

Warga sekitar sempat mendengar keributan yang diduga sebagai cekcok antara korban dengan salah satu pelaku.

Situasi kemudian memanas hingga berujung kekerasan fisik.

Baca juga: Breaking News: Kakek di Simokerto Surabaya Tewas Tergeletak di Jalanan Kampung, Penuh Luka Tusuk

Dugaan Pengeroyokan Berujung Maut

Seorang kerabat korban mengungkapkan, awalnya korban terlibat perkelahian dengan adik dari salah satu pelaku.

Pukulan pertama diduga terjadi sekitar pukul 05.00 pagi.

Setelah insiden itu, pelaku sempat meninggalkan lokasi, namun beberapa jam kemudian kembali bersama kakaknya dengan membawa senjata tajam.

Serangan kedua inilah yang diduga menjadi titik fatal.

Korban disebut mengalami luka serius di bagian dada akibat senjata tajam, serta luka di kepala.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut tidak sempat memberikan pertolongan karena situasi berlangsung cepat.

“Awalnya cuma cekcok, lalu dipukul. Setelah itu pelaku datang lagi bawa pisau,” ujar salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya dalam tayangan Saksi Kata 'Kronologi Kakek Tewas di Simokerto Surabaya, Adik Korban Ungkap Dugaan Diserang 4 Pelaku' yang tayang di YouTube TribunJatim.com, Kamis (23/4/2026).

Informasi lain yang beredar menyebutkan jumlah pelaku bisa mencapai empat orang.

Namun, hingga kini baru dua orang yang disebut-sebut terlibat langsung dalam aksi penyerangan tersebut.

Baca juga: Motif Penusukan Kakek di Simokerto Surabaya, Diduga Karena Asmara dan Utang

Motif Masih Simpang Siur

Hingga saat ini, motif di balik pembunuhan tersebut masih belum jelas.

Sejumlah spekulasi beredar di masyarakat, mulai dari persoalan utang hingga konflik asmara.

Namun pihak keluarga maupun kepolisian belum dapat memastikan penyebab utama tragedi ini.

Korban sendiri dikenal sebagai pribadi yang pendiam namun ramah.

Ia kerap menyapa warga sekitar meski diketahui memiliki masalah pribadi setelah perceraian sekitar satu tahun lalu.

Kondisi tersebut diduga sempat memengaruhi kesehariannya, meskipun tidak ada indikasi kuat terkait kaitannya dengan kejadian ini.

“Orangnya baik, suka menyapa. Tapi memang sejak cerai agak berubah,” ungkap kerabat korban.

Baca juga: Duduk Perkara Kakek 4 Cucu di Surabaya Ditusuk Teman hingga Tewas, Warga Sampai Menjerit

Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Saat ini, proses pengejaran terhadap para pelaku masih berlangsung.

Dari hasil awal pemeriksaan, korban mengalami luka akibat benda tajam di bagian dada serta luka di kepala.

Polisi juga tengah menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi guna memastikan kronologi kejadian secara lebih detail.

“Indikasinya lebih dari dua pelaku. Kami masih melakukan pendalaman, termasuk soal motif,” ujar Kapolsek Simokerto, Kompol Zinur Rofik.

Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

KORBAN PENUSUKAN - Saat Iwan, adik sepupu korban MJ menunjukkan lokasi korban terkapar di tengah gang permukiman padat kawasan Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, pada Kamis (23/4/2026) pagi.
KORBAN PENUSUKAN - Saat Iwan, adik sepupu korban MJ menunjukkan lokasi korban terkapar di tengah gang permukiman padat kawasan Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, pada Kamis (23/4/2026) pagi. (Tribun Jatim Network/Luhur Pambudi)

Duka dan Harapan Keluarga

Kepergian MJ meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama kedua anaknya dan empat cucunya.

Sang ibu korban mengaku tidak memiliki firasat apapun sebelum kejadian nahas tersebut.

Pihak keluarga berharap para pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman setimpal.

Mereka memilih menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.

“Kami hanya ingin keadilan dan hukuman setimpal untuk pelaku. Semoga pelakunya cepat tertangkap,” ujar keluarga dengan penuh harap.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.