Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Kepolisian Resor Lampung Tengah masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi serta menelusuri bukti-bukti di lokasi terkait kasus kematian seorang pelajar yang ditemukan tewas di aliran rawa kawasan perkebunan PTPN VII, Kampung Sinar Banten, Kecamatan Bekri.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan secara utuh kronologi kejadian sekaligus mengungkap penyebab pasti kematian korban yang hingga kini belum dapat disimpulkan.
Korban diketahui bernama Rafli Lian Saputra (17), warga Dusun Tulung Melati 2, Kampung Kesumajaya, Kecamatan Bekri.
Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh rekan-rekannya.
Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Devrat Aolia Arfan, mengatakan pihaknya masih mendalami berbagai kemungkinan terkait peristiwa tersebut.
Polisi belum dapat memastikan apakah kejadian itu murni kecelakaan atau ada faktor lain yang turut berperan.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk kemungkinan kecelakaan tunggal di lokasi kejadian,” ujar Devrat saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula pada Sabtu malam (18/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB ketika saksi Farid Nizar bersama sejumlah rekannya tengah berkumpul di wilayah Bekri.
Saat itu, korban yang melintas seorang diri sempat mengingatkan adanya potensi bentrokan di jalan, sehingga mereka memutuskan untuk meninggalkan lokasi.
Namun saat melintas di tikungan wilayah Sumber Rejo, Kampung Sinar Banten, korban yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi diduga kehilangan kendali.
Kendaraan yang dikendarainya keluar jalur dan terjatuh di dekat gorong-gorong yang terhubung dengan aliran rawa.
“Saat saksi kembali ke lokasi, ditemukan sepeda motor korban dalam kondisi terbalik dan tersangkut di pohon sawit. Namun korban tidak berada di sekitar lokasi,” jelas Devrat.
Sepeda motor tersebut kemudian diamankan oleh saksi ke depan Masjid Baiturrahman sebelum diserahkan kepada pihak keluarga atau rekan korban.
Pencarian terhadap korban pun dilanjutkan pada Minggu malam (19/4/2026) dengan menyisir area sekitar gorong-gorong menggunakan senter.
Dalam proses pencarian, saksi dan rekannya melihat sosok yang diduga manusia di dalam aliran rawa.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada warga dan aparat setempat hingga akhirnya dipastikan sebagai jasad korban.
“Identitas korban kemudian terkonfirmasi setelah foto dan video penemuan beredar di media sosial dan dikenali pihak keluarga berdasarkan ciri fisik serta pakaian yang dikenakan,” kata Devrat.
Meski dugaan awal mengarah pada kecelakaan lalu lintas tunggal yang menyebabkan korban terjatuh dan tenggelam, polisi menegaskan penyelidikan masih terbuka terhadap kemungkinan lain.
“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti di lapangan. Semua kemungkinan masih kami dalami,” ujarnya.
Pihak keluarga sendiri disebut belum mengetahui secara pasti aktivitas terakhir korban sebelum kejadian.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berjalan guna mengungkap kronologi lengkap serta memastikan penyebab kematian secara menyeluruh.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)