Pertamina Sebut Kenaikan BBM Nonsubsidi di Sulawesi Hanya Berlaku untuk Produk Tertentu
Regina Goldie April 24, 2026 12:09 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di wilayah Sulawesi hanya berlaku pada produk tertentu, yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Sementara itu, harga BBM lainnya seperti Pertamax dan Pertalite dipastikan tetap stabil dan tidak mengalami perubahan.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kenaikan BBM nonsubsidi seperti Dexlite pada April 2026 merupakan bagian dari penyesuaian berkala yang mengacu pada mekanisme harga BBM umum.

“Faktor utamanya adalah perkembangan harga minyak dunia atau harga indeks pasar, serta komponen biaya lainnya dalam formula yang berlaku,” ujar Lilik dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, untuk wilayah Sulawesi termasuk Sulawesi Tengah, harga Dexlite per 19 April 2026 tercatat sebesar Rp24.150 per liter, mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya.

Baca juga: Pansus LKPJ, Legislator PDIP Esrom Soromi Tekankan Transparansi Kinerja OPD

Menurutnya, penyesuaian tersebut bukan disebabkan faktor lokal semata, melainkan hasil evaluasi harga secara nasional dengan tetap mempertimbangkan struktur biaya dan kondisi wilayah distribusi.

Lilik menambahkan, mekanisme penentuan harga BBM nonsubsidi mengacu pada ketentuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245 Tahun 2022.

Dalam aturan tersebut, harga BBM ditentukan oleh badan usaha dengan mempertimbangkan sejumlah komponen utama, seperti harga indeks pasar, nilai tukar rupiah, biaya distribusi, pajak, serta margin usaha yang wajar.

“Karena sebagian komponen tersebut dipengaruhi pasar global, maka fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah memberikan pengaruh langsung terhadap BBM nonsubsidi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan perbedaan harga antarwilayah dapat terjadi akibat variasi biaya distribusi dan karakteristik logistik di masing-masing daerah.

Khusus di Sulawesi Tengah, tantangan distribusi dipengaruhi kondisi geografis, seperti wilayah kepulauan, daerah terpencil, jarak tempuh yang jauh, hingga faktor cuaca dan infrastruktur.

Meski demikian, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM di seluruh wilayah Sulawesi dalam kondisi aman dan distribusi kepada masyarakat berjalan normal tanpa gangguan.

“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan pengelolaan rantai pasok secara terintegrasi, memastikan keandalan armada distribusi, serta pemantauan stok secara berkala,” ungkapnya.

Selain itu, penyesuaian pola suplai antar terminal juga dilakukan guna menjaga kelancaran penyaluran hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Jumat 24 April 2026, Emas Antam Stagnan, Dibanderol Rp 2,805,000 Per Gram

Lilik menegaskan, untuk BBM subsidi dan penugasan seperti Pertalite dan solar, pihaknya fokus menjaga ketersediaan pasokan serta memastikan penyaluran tepat sasaran.

Harga BBM subsidi, lanjutnya, tidak secara langsung mengikuti fluktuasi harga global karena telah diatur oleh pemerintah.

“Secara operasional, Pertamina Patra Niaga terus melakukan monitoring berkelanjutan, memperkuat distribusi, serta mengoptimalkan program subsidi tepat agar penyaluran terkendali dan pasokan tetap terjaga bagi masyarakat yang berhak,” tandasnya.

Ia juga memastikan dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi terhadap konsumsi masyarakat relatif terbatas.

Berdasarkan data konsumsi, penggunaan Pertamax Turbo dan Pertamina Dex masih di bawah 1 persen dari total penyaluran BBM di Sulawesi, sementara Dexlite berada di kisaran sekitar 6 persen.

Pertamina menegaskan akan terus melakukan evaluasi serta penguatan pengawasan guna memastikan distribusi energi berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran di seluruh wilayah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.