Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perum BULOG kembali menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, stok beras yang dikelola BULOG berhasil menembus angka 5 juta ton, menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dirut BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos, SH. M.Han saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sidak ke Gudang Filial BULOG Cabang Karawang.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat.
“Alhamdulillah per Kamis tanggal 23 April 2026 stok beras yang ada di gudang BULOG menembus angka 5.000.198 ton.
Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Ini juga menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya.
Baca juga: Segera Daftar! Pemasangan Listrik Gratis di Aceh Singkil Sampai 3 Mei 2026
Baca juga: Kritik Tak Beretika Picu Konflik dan Gagalkan Perubahan, Prof Syamsul Rijal Ungkap 4 Solusinya
Selanjutnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang melihat langsung tumpukan beras yang terisi penuh di Gudang Filial BULOG Karawang saat melakukan sidak memberikan apresiasinya kepada Perum BULOG.
"Terimakasih Pak Dirut BULOG dan jajarannya yang sudah bekerja keras hingga stok cadangan beras pemerintah bisa mencapai 5 juta ton pada pagi ini", kata Andi Amran.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Aceh, Budi Sultika menegaskan bahwa kondisi stok di daerah juga dalam posisi aman dan mencukupi.
“Untuk wilayah Aceh, stok beras yang kami kelola saat ini mencapai sekitar 65.000 ton. Jumlah ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh serta mendukung berbagai program intervensi pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras,” ujarnya.
Capaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif yang solid, mulai dari optimalisasi penyerapan gabah/beras petani dalam negeri, penguatan koordinasi lintas sektor, hingga dukungan infrastruktur pergudangan yang semakin luas dan modern.
Dengan cadangan yang kuat, BULOG tidak hanya berperan sebagai stabilisator, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam ekosistem pangan nasional. Stok ini menjadi instrumen strategis dalam meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung program-program pemerintah terkait bantuan pangan.
Lebih dari itu, capaian ini menjadi energi baru bagi seluruh insan BULOG untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat peran strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Semangat kolaborasi dengan petani, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus dijaga dan ditingkatkan.
BULOG optimistis, dengan fondasi yang semakin kokoh ini, upaya menuju swasembada pangan dan kedaulatan pangan nasional dapat terwujud secara berkelanjutan.(*)