TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan tengah mengkaji pengolahan jangka panjang ikan sapu-sapu.
Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar mengatakan, tidak menutup kemungkinan ikan sapu-sapu dapat diolah menjadi pakan ternak.
"Saya bilang bisa enggak buat pakan ternak? Kan sayang, kalau bisa kan alangkah baiknya kalau bisa buat pakan ternak, kan lumayan," kata Anwar, Jumat (24/4/2026).
Anwar menjelaskan, rencana pengolahan ikan sapu-sapu tengah dalam kajian Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan.
Menurut dia, kajian itu dilakukan agar ikan sapu-sapu yang ditangkap tidak hanya menjadi sampah.
"Nanti akan dipikirkan oleh Dinas KPKP. Sekarang dalam kajian. Jadi enggak jadi sampah, ada manfaatnya untuk ternak-ternak," ujar Wali Kota.
Anwar juga merespon kritik Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pemusnahan ikan sapu-sapu.
MUI sebelumnya menyoroti pemusnahan ikan sapu-sapu yang dikuburkan secara massal dalam kondisi masih hidup.
Menanggapi hal itu, Anwar mengatakan bahwa pihaknya telah mengubah metode pemusnahan.
"Yang jelas MUI kan sudah mulai di media sosial bicara, masa ikan hidup dikubur. Akhirnya kita punya pemikiran yang sama," kata Anwar.
Saat ini, Anwar menyebut pemusnahan dilakukan dengan cara memotong kepala ikan sapu-sapu sebelum akhirnya dikuburkan.
"Akhirnya sebelum kita kubur, kita bacok kepalanya. Kita matikan dulu, baru kita kubur. Seperti kemarin yang saya lakukan hari Selasa kemarin di Setu Babakan," ungkap Wali Kota.
Sebelumnya, petugas gabungan menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu di saluran PHB Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).
Selama tiga jam pelaksanaan operasi, sebanyak 3 ton ikan sapu-sapu berhasil ditangkap.
Penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan secara manual, di mana petugas turun ke saluran PHB dan menebar jaring.
Setelah ditangkap, ribuan ikan sapu-sapu dimasukkan ke dalam karung sebelum dibawa ke lokasi pemusnahan yang berjarak sekitar 50 meter dari saluran PHB.
Di lokasi tersebut, petugas PPSU telah menggali lubang dengan kedalaman sekitar satu meter. Ikan sapu-sapu hasil tangkapan kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur.
Lurah Srengseng Sawah Sunardi mengatakan, lokasi penguburan ikan sapu-sapu dipastikan aman karena jauh dari permukiman warga.
"(Lokasi pemusnahan) Insya Allah nggak mengganggu ya, karena jauh dari permukiman dan di lokasi yang tidak ada penduduk," kata Sunardi.
Adapun operasi penangkapan ikan sapu-sapu ini digelar secara serentak di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.
Ikan sapu-sapu dianggap menjadi predator bagi ikan-ikan lokal dan berpotensi merusak ekosistem kali.