TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASAR - Lomba Tari Kreasi Makkunrai 2026 yang digelar di Mal Phinisi Point (PiPo), Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berjalan sukses pada Kamis (23/4/2026) malam.
Sebanyak 12 tim turut ambil bagian dalam acara yang merupakan rangkaian event Makkunrai yang dihadirkan Tribun Timur, Rabu-Minggu (22-26/4-2026).
Para peserta tampil penuh semangat, menampilkan karya terbaik mereka di hadapan dewan juri dan pengunjung mal.
Dari seluruh penampilan yang memikat, Megres Dance berhasil keluar sebagai juara pertama.
Tim ini tampil dominan dengan koreografi yang kuat, kompak, dan penuh energi.
Balutan kostum merah dan biru yang mencolok semakin mempertegas karakter tarian mereka.
Ditambah ekspresi yang konsisten membuat penampilan terlihat matang dan meyakinkan di atas panggung.
Posisi juara kedua diraih oleh Five C Generation yang tampil ceria dan energik.
Gerakan mereka lincah dan sinkron, didukung kostum merah keemasan yang memberi kesan elegan sekaligus hidup.
Sementara itu, Tic Tac Dance Crew menempati posisi juara ketiga.
Kostum bernuansa biru dan perak serta gerakan yang rapi dan ekspresif menjadikan penampilan mereka terlihat unik.
Selain tiga besar, panitia juga menetapkan juara harapan.
UPT SPF SD Negeri Bayang meraih juara harapan pertama dengan penampilan rapi dan penuh percaya diri meski didominasi penari usia muda.
Juara harapan kedua diraih Tari Leuntera yang menonjolkan nuansa tradisional dengan gerakan lembut dan anggun, serta kostum warna-warni yang menarik.
Adapun Sweety Girl menempati juara harapan ketiga lewat penampilan enerjik, ceria, dan ekspresif.
Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi seni dan profesional di bidangnya.
Seperti Nurhikmah dari Makkunrai Institute, Nur Asrinah pelatih tari di Yayasan Akademi Kebidanan Primadani Soppeng, serta Arfah Kamarullah Asisten Advertising Manager Tribun Timur.
Salah satu peserta dari SMPN 10 Makassar, Ainun, mengatakan lomba Tari Kreasi Makkunrai ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah ekspresi dan pelestarian seni budaya, khususnya bagi generasi muda.
“Di sini kita bisa lebih meningkatkan kepercayaan diri, jadi kami ikut dalam lomba ini,” katanya.
Pimpinan Umum Tribun Timur, Andi Suruji mengatakan Makkunrai hadir sebagai simbol memperingati Hari Kartini.
Namun, peringatan tersebut tidak hanya diwujudkan secara simbolis, melainkan juga memberikan ruang bagi perempuan untuk berekspresi.
“Acara ini digagas teman Tribun selain memperingati Hari Kartini bukan hanya simbolis kebaya-kebaya, ada sesuatu diberikan Tribun memberikan ruang untuk berekspresi, aktualisasi dan inspiratif bagi perempuan,” kata Andi Suruji saat membuka kegiatan Makkunrai di PiPo Makassar, Rabu (22/4/2026).
Frasa Makkunrai sendiri dipilih sebagai wujud menghadirkan konteks lokal dalam memperingati perjuangan RA Kartini.
Dalam bahasa Bugis, Makkunrai berarti perempuan.(*)