SRIPOKU.COM - Simak kunci jawaban Modul 3.7 materi Cinta Allah dan Rasul-Nya Bagian 7 dalam Pelatihan Pintar Kemenag yang berfokus pada implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Penyajian kunci jawaban ini bertujuan untuk membantu Bapak/Ibu guru dalam mendalami materi pelatihan serta memahami kaitan antara nilai-nilai spiritual dengan praktik pendidikan di madrasah.
7. QS. Al-Waqi‘ah: 65 menyebutkan bahwa Allah mampu menjadikan tanaman hancur. Ketika dalam refleksi tea ceremony muncul kesadaran akan rapuhnya proses yang menghasilkan teh, maka sintesis terhadap hal ini adalah...
A Hasil yang diperoleh manusia tidak selalu dapat dipertahankan
B Manusia tidak sepenuhnya menguasai hasil dari usahanya
C Proses kehidupan memiliki kemungkinan gagal
D Ketergantungan hasil pada kehendak Allah menunjukkan kasih sayang-Nya yang perlu disyukuri
Jawaban : D
Baca juga: Kunci Jawaban Latihan Modul Cinta Allah Dan Rasul-Nya Bagian 7, KBC Pelatihan Pintar Kemenag 2026
Pembahasan
QS. Al-Waqi‘ah ayat 65 menegaskan bahwa Allah berkuasa menjadikan tanaman yang telah tumbuh melalui proses panjang menjadi hancur.
Ayat ini mengingatkan bahwa hasil dari usaha manusia pada akhirnya tetap berada dalam kehendak-Nya.
Dalam refleksi tea ceremony, seseorang menyadari bahwa secangkir teh berasal dari proses yang panjang dan rentan: mulai dari menanam, merawat, memanen, hingga mengolah daun teh. Semua tahapan itu bisa saja gagal atau rusak kapan saja jika Allah menghendaki.
Sintesis dari kesadaran tersebut bukan sekadar bahwa manusia bisa gagal (opsi C) atau tidak sepenuhnya menguasai hasil (opsi B), tetapi lebih dalam lagi: ada ketergantungan penuh kepada kehendak Allah di balik setiap hasil yang diperoleh.
Karena itu, makna yang paling tepat adalah bahwa ketergantungan tersebut justru menunjukkan kasih sayang Allah.
Dia memberi hasil ketika Dia menghendaki sehingga manusia seharusnya bersyukur atas setiap nikmat yang diterima.