Kota Manado mengejutkan publik setelah tidak lagi masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia versi SETARA Institute 2025.
Padahal sebelumnya, Manado dikenal sebagai salah satu kota dengan tradisi kerukunan yang kuat.
Sekda Manado, Steven Dandel, mempertanyakan indikator penilaian yang digunakan karena dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan.
Sementara itu, kondisi Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Sario, Manado, kini semakin memprihatinkan karena dipenuhi lubang di sejumlah titik.
Kerusakan ini dinilai membahayakan pengendara, terutama karena jalur tersebut merupakan salah satu akses utama dengan volume kendaraan yang tinggi.
Di sejumlah warung di Kota Manado, pedagang mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng bersubsidi "MinyaKita" dalam beberapa bulan terakhir.
Akibatnya, banyak pedagang terpaksa beralih menjual merek lain atau minyak curah yang harganya lebih tinggi.
Kota Manado tidak masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran atau IKT 2025 versi Setara Institute.
Hasil ini cukup mengejutkan.
Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir Manado selalu berada di daftar kota paling toleran di Indonesia.
Sekretaris Daerah Kota Manado, Steven Dandel, mengaku terkejut dengan hasil penilaian tersebut.
Ia mengatakan sempat mempertanyakan indikator yang digunakan Setara Institute.
Pertanyaan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan yang digelar lembaga tersebut.
“Tapi mereka tak bisa menjawab,” kata Dandel, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, hingga kini Pemerintah Kota Manado masih menunggu penjelasan lebih lanjut.
Terutama terkait dasar penilaian yang digunakan dalam indeks tersebut.
Selama ini, Manado dikenal sebagai kota dengan tingkat toleransi yang tinggi.
Kota ini bahkan dijuluki sebagai laboratorium kerukunan di Indonesia.
Tradisi hidup berdampingan antarumat beragama dinilai telah mengakar di masyarakat.
Baca selengkapnya
Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Sario, Kota Manado, semakin banyak lubangnya.
Kerusakan jalan terlihat di sejumlah titik dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Lubang jalan dapat ditemukan mulai dari persimpangan Jalan Sam Ratulangi–Jalan Ahmad Yani.
Kerusakan juga terlihat hingga kawasan persimpangan Jalan Ahmad Yani–Jalan RW Mongisidi.
Selain lubang, sejumlah tambalan jalan dinilai tidak rata.
Kondisi ini membuat permukaan jalan menjadi tidak nyaman dilalui kendaraan.
Kerusakan jalan disebut semakin parah dalam beberapa waktu terakhir.
Warga sekitar, Bintang, mengatakan Jalan Ahmad Yani merupakan jalur padat kendaraan.
Berbagai jenis kendaraan melintas setiap hari.
Termasuk kendaraan bertonase besar yang menuju arah Jalan Trans Sulawesi.
“Memang di sini jalur ramai dan padat, kendaraan besar juga sering melintas, jadi wajar kalau cepat rusak,” ujar Bintang, Kamis (23/4/2026).
Keluhan juga datang dari pengguna jalan.
Seorang pengendara, Laura, menilai jalan berlubang tidak hanya membahayakan keselamatan.
Menurutnya, kondisi tersebut juga memperparah kemacetan.
Pengendara harus mengurangi kecepatan atau menghindari lubang saat melintas.
“Seharusnya segera ditambal semua supaya tidak membahayakan pengendara. Jalan berlubang seperti ini juga bikin macet semakin parah,” kata Laura.
Baca selengkapnya
Sejumlah warung di Kota Manado tidak lagi menjual minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita.
Pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satu pedagang di Kelurahan Bailang, Suriyani, mengatakan sudah lebih dari satu bulan tidak menjual MinyaKita.
Padahal, sebelumnya produk tersebut menjadi pilihan utama pembeli karena harganya terjangkau.
Menurutnya, stok MinyaKita kini sulit ditemukan di pasaran.
Pedagang juga kesulitan mencari distributor yang masih memiliki persediaan.
“Biasanya ada terus, tapi sekarang sudah kosong. Kami juga bingung cari di mana, MinyaKita ukuran 1 liter,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Suriyani mengaku biasanya memperoleh pasokan dari pedagang di Pasar Bersehati Manado.
Namun, jika membeli dari pemasok lain, harga jual menjadi lebih tinggi.
“Kalau beli ke pedagang lain otomatis harganya akan lebih mahal kita jual,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat pedagang beralih menjual minyak goreng merek lain.
Meski lebih mahal, produk tersebut dinilai lebih mudah didapat.
Baca selengkapnya