Sepi Peminat : SDN Gunungsari II Serang Segera Ditutup, Siswa Dipindahkan karena Jumlah Minim
Ahmad Tajudin April 24, 2026 03:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Rencana penutupan sekolah dasar kembali mencuat di Kabupaten Serang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat memastikan dalam waktu dekat akan menutup sejumlah sekolah akibat krisis jumlah siswa.

Salah satunya seperti yang terjadi di SDN Gunungsari II kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang menjadi yang pertama masuk tahap eksekusi.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Serang, Abidin Nasyar, mengatakan saat ini proses penutupan SDN Gunungsari II sudah masuk tahap perumusan dan pengajuan surat keputusan (SK).

"Penutupan SDN Gunungsari II sedang dalam proses. Kami sedang menyusun permohonan SK dan ditargetkan segera disahkan sebelum tahun ajaran baru," ujarnya di Serang, Jum'at, (24/4/2026).

Baca juga: Kebijakan WFH Jumat, ASN Pemkot Serang Ngantor Naik Motor

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Sekolah tersebut dinilai sudah tidak lagi layak beroperasi secara optimal karena jumlah siswa yang sangat sedikit bahkan kurang dari 10 orang di tiap kelasnya. 

Kondisi tersebut dinilai membebani pengelolaan pendidikan, baik dari sisi anggaran maupun efektivitas pembelajaran.

"Kalau jumlah siswa terlalu sedikit, proses belajar tidak maksimal dan penggunaan anggaran juga tidak efisien," jelas Abidin.

Penutupan ini menjadi bagian dari kebijakan penataan sekolah yang lebih luas di Kabupaten Serang.

Pemerintah daerah mulai berani mengambil langkah tegas terhadap sekolah-sekolah yang dinilai tidak efektif, meskipun kebijakan serupa sebelumnya sudah lama diwacanakan namun belum terealisasi.

Selain penutupan, Disdikbud juga menyiapkan langkah lanjutan berupa penggabungan (regrouping) sekolah serta pemekaran di wilayah yang mengalami kelebihan siswa. 

Namun, penutupan sekolah dengan jumlah murid minim menjadi prioritas utama dalam tahap awal penataan.

Pihak dinas memastikan, siswa dari sekolah yang ditutup tidak akan kehilangan akses pendidikan. Mereka akan dialihkan ke sekolah terdekat dengan fasilitas yang lebih memadai.

"Kami pastikan hak pendidikan tetap terpenuhi. Siswa akan dipindahkan ke sekolah lain yang lebih layak," tegasnya.

Kebijakan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah mulai serius membenahi ketimpangan pendidikan, terutama antara sekolah yang kelebihan murid dan yang kekurangan siswa.

Dengan penutupan SDN Gunungsari II sebagai langkah awal, bukan tidak mungkin sekolah-sekolah lain dengan kondisi serupa akan menyusul dalam waktu dekat.
 

 
 
 

 
 
 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.