TRIBUNJATIM.COM - Tengah viral di media sosial kemunculan hiu tutul perairan dangkal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Dalam video yang beredar, tampak seekor hiu tutul berukuran besar berenang sangat dekat dengan bibir pantai, tepatnya di wilayah pesisir Kecamatan Paciran, sekitar Desa Weru.
Momen tersebut sontak mengundang kerumunan warga yang penasaran, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, yang berbondong-bondong menyaksikan langsung dari tepi pantai.
Suasana di lokasi terlihat ramai.
Baca juga: Fenomena Tahunan, Kawanan Hiu Tutul Muncul di Pantai Bentar Probolinggo, Wisatawan Antusias
Warga tampak antusias sekaligus takjub melihat keberadaan ikan raksasa tersebut dari jarak yang sangat dekat.
Beberapa di antaranya bahkan merekam kejadian itu menggunakan ponsel, hingga akhirnya video penampakan hiu tutul tersebut menyebar luas di berbagai media sosial.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari Satpolairud Lamongan, hiu tutul itu muncul pada Rabu (22/4/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB di perairan Desa Weru, Kecamatan Paciran.
“Informasi yang kami dapatkan, hiu tutul tersebut terdampar kemarin hari Rabu sekitar pukul 13.00,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, kemunculan hiu hanya dalam hitungan beberapa jam, satwa laut tersebut kemudian berhasil diarahkan kembali ke perairan yang lebih dalam dengan bantuan warga setempat.
Kemudian, sekitar pukul 15.30 WIB, hiu tutul itu sudah dievakuasi ke tengah laut menggunakan perahu.
Proses penyelamatan dilakukan secara gotong royong oleh warga Desa Weru.
Dengan menggunakan perahu nelayan, hiu tutul tersebut ditarik perlahan menuju laut lepas agar kembali ke habitat alaminya.
Upaya tersebut dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan satwa sekaligus menghindari risiko bagi warga.
Dari hasil pemantauan petugas, hiu tutul yang muncul diketahui hanya satu ekor dengan ukuran yang cukup besar, diperkirakan mencapai panjang sekitar 15 meter.
Ukuran tersebut menjadikannya salah satu spesies ikan terbesar di dunia yang kerap menarik perhatian saat muncul di permukaan.
Kemunculan hiu tutul di perairan pesisir Paciran sendiri bukanlah kali pertama terjadi.
Sejumlah laporan sebelumnya juga menyebutkan bahwa spesies ini beberapa kali terlihat di wilayah tersebut.
Diduga, keberadaan plankton atau sumber makanan di perairan dangkal menjadi salah satu faktor yang menarik hiu tutul mendekati pantai.
Meski berukuran besar, hiu tutul dikenal sebagai satwa yang jinak dan tidak berbahaya bagi manusia.
Namun demikian, keberadaannya tetap perlu dijaga dengan penanganan yang tepat, mengingat spesies ini telah dilindungi secara penuh oleh pemerintah Indonesia.
Baca juga: Evakuasi Bangkai Hiu Tutul di Pantai Pasean Pamekasan Terkendala Ombak Besar
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut.
Aktivitas manusia yang tidak terkendali berpotensi mengganggu habitat alami biota laut, termasuk hiu tutul.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengganggu atau mendekati satwa secara berlebihan apabila kembali menemukan kejadian serupa.
Kemunculan hiu tutul di Lamongan tak hanya menjadi tontonan menarik bagi warga, tetapi juga menyimpan pesan penting tentang harmoni antara manusia dan alam.
Keberadaan satwa langka tersebut di perairan pesisir menjadi indikator bahwa ekosistem laut masih menyimpan kekayaan hayati yang perlu dijaga bersama.