Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pedagang di Pasar Atambua, Kabupaten Belu, mengeluhkan terbatasnya pasokan minyak goreng bersubsidi jenis Minyakita di tengah tingginya permintaan masyarakat. Kondisi ini membuat stok yang tersedia cepat habis hanya dalam waktu singkat.
Minyak goreng bersubsidi tersebut masih dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sekitar Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter. Untuk kemasan dua liter, pedagang menjualnya dengan harga sekitar Rp31.500.
Deliyanti, salah satu pedagang di Pasar Atambua, mengungkapkan stok yang diterima sangat terbatas karena harus dibagi secara merata. Akibatnya, ia kerap kehabisan barang meski permintaan pembeli terus meningkat.
“Permintaan pembeli sangat tinggi, tapi stok yang kami dapat terbatas, jadi cepat sekali habis,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, kondisi ini juga menyulitkan pedagang karena tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan secara maksimal.
Baca juga: Semangat Hari Kartini, Ibu-ibu BPBD Belu Pakai Busana Adat, Ajak Jadi Perempuan Tangguh Bencana
Bahkan, katanya, tidak sedikit pembeli yang akhirnya beralih ke minyak goreng non-subsidi yang harganya lebih mahal.
"Minyak goreng non-subsidi dijual mulai dari Rp25 ribu per liter, namun tetap diminati karena menjadi alternatif ketika Minyakita tidak tersedia," ujarnya.
Ia berharap pasokan minyak goreng bersubsidi dapat kembali normal, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pembeli dan aktivitas jual beli di pasar tetap berjalan lancar tanpa merugikan kedua belah pihak. (gus)