TRIBUNNEWS.COM - Timnas Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar: mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya.
Turnamen yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat ini menjadi partisipasi ke-19 bagi Albiceleste sepanjang sejarah.
Di bawah arahan Lionel Scaloni, Argentina memasuki turnamen dengan status mentereng sebagai juara dunia sekaligus juara kontinental.
Tim Tango sukses mempertahankan gelar Copa America 2024 dan tampil dominan di babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bahkan, Argentina sudah memastikan tiket ke putaran final saat kualifikasi masih menyisakan lima pertandingan.
Lionel Messi dan kolega menutup kampanye kualifikasi dengan gemilang, termasuk kemenangan telak 4-1 atas rival abadi, Brasil sebelum finis di puncak klasemen dengan keunggulan sembilan poin atas Ekuador.
Dipimpin oleh megabintang Lionel Messi, Argentina bertekad mencatat sejarah sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.
Dengan kombinasi pengalaman dan generasi baru yang matang, Albiceleste kembali menjadi salah satu favorit utama.
Perjalanan sukses Argentina tak lepas dari tangan dingin Lionel Scaloni.
Saat pertama kali ditunjuk pada 2018 menggantikan Jorge Sampaoli, ia awalnya hanya berstatus pelatih sementara. Namun, kepercayaan itu dibayar lunas dengan transformasi besar dalam tubuh tim.
Baca juga: Profil Timnas Prancis Peserta Piala Dunia 2026: Favorit Juara dengan Skuad Komplet
Scaloni merombak skuad dengan memberi peran penting kepada pemain seperti Giovani Lo Celso, Rodrigo De Paul, dan Lautaro Martinez. Ia juga mengubah gaya bermain menjadi lebih menyerang dengan penguasaan bola yang dominan.
Puncaknya terjadi saat Argentina menjuarai Copa America 2021, mengakhiri penantian trofi besar selama hampir tiga dekade.
Kesuksesan itu berlanjut dengan kemenangan di Finalissima, lalu mencapai puncaknya saat menjuarai Piala Dunia 2022, sebelum kembali mengangkat trofi Copa America 2024.
Argentina memiliki rekam jejak luar biasa di panggung Piala Dunia dengan tiga gelar juara, masing-masing pada 1978, 1986, dan 2022.
Gelar pertama diraih saat menjadi tuan rumah pada 1978, dipimpin oleh Cesar Luis Menotti dengan bintang utama Mario Kempes.
Delapan tahun berselang, Argentina kembali berjaya di Meksiko berkat magis Diego Maradona di bawah asuhan Carlos Bilardo.
Sementara itu, pada 2022 di Qatar, Lionel Messi akhirnya menuntaskan misi besarnya dengan membawa Argentina kembali ke puncak dunia, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Meski telah tampil di lima edisi Piala Dunia sejak 2006, Messi masih terus menambah catatan impresifnya.
Pemain berjuluk La Pulga kini menjadi pencetak gol terbanyak Argentina di Piala Dunia dengan 13 gol, melampaui rekor Gabriel Batistuta yang mengoleksi 10 gol.
Tak hanya itu, Messi juga memegang rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia dengan 26 laga, mencakup edisi Piala Dunia 2006, Piala Dunia 2010, Piala Dunia 2014, Piala Dunia 2018, dan Piala Dunia 2022.
Dengan pengalaman, kedalaman skuad, serta mentalitas juara yang telah terbangun dalam beberapa tahun terakhir, Argentina diprediksi kembali menjadi kekuatan utama di Piala Dunia 2026.
Ambisi untuk mempertahankan gelar bukan sekadar mimpi, melainkan target realistis bagi Albiceleste.
(Tribunnews.com/Ali)