Tak Pandang Bulu! Pasukan AS Sergap Kapal Diduga Selundupkan Minyak dari Iran di Samudra Hindia
Aditya Wisnu Wardana April 24, 2026 04:42 PM

 

Departemen Perang Amerika Serikat melaporkan telah melakukan pemeriksaan M/T Majestic X kapal, Kamis (23/4/2026).

M/T Majestic X diketahui masuk dalam daftar kapal yang disanksi AS.

Kapal ini diduga terlibat penyelundupan minyak mentah dari Iran.

Rekaman resmi menunjukkan momen penindakan di tengah laut.

Sejumlah tentara turun dari helikopter ke atas kapal tanker, mereka kemudian menyisir dan memeriksa seluruh bagian kapal.

Operasi ini disebut sebagai “right-of-visit boarding”, pasukan berhak naik dan memeriksa kapal yang dicurigai.

Menurut pernyataan AS, operasi dilakukan di Samudra Hindia.

Wilayah ini termasuk tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS atau yang dikenal sebagai INDOPACOM.

Kapal Majestic X disebut sebagai kapal tanpa kewarganegaraan.

Namun kapal ini diyakini menggunakan bendera Guyana, status tersebut berlaku per April 2026.

INDOPACOM sendiri mengawasi wilayah Samudra Hindia dan Pasifik.

Sementara wilayah Selat Hormuz diawasi Komando Pusat AS.

Sebelumnya, operasi serupa juga dilakukan pada kapal lain.

Kapal tersebut adalah M/T Tifani yang juga dikenai sanksi terkait aktivitas Iran.

Penindakan terjadi hanya beberapa hari sebelum insiden terbaru.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi tekanan AS.

Strategi ini diberi nama Operasi Economic Fury, fokusnya adalah blokade laut dan penegakan sanksi.

Selain itu, ada juga Operasi Epic Fury yang merupakan kampanye serangan militer terhadap Iran.

Serangan tersebut dipimpin langsung oleh Amerika Serikat.
Di sisi lain, jalur diplomasi masih terus diupayakan, namun situasi perundingan masih belum pasti.

Putaran kedua pembicaraan dijadwalkan di Islamabad tetapi Iran belum memastikan akan ikut serta.

Juru bicara Iran, Esmail Baqaei menyebut belum ada keputusan final dari pihaknya.

Ia juga menyinggung sikap Amerika yang dinilai tidak konsisten.

Menurutnya, ada pesan yang saling bertentangan dari AS.

Hal ini membuat Iran masih mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata akan diperpanjang.

Namun, blokade laut terhadap Iran tetap diberlakukan.

Blokade akan berlangsung hingga ada proposal yang jelas.

AS meminta Iran menunjukkan sikap yang lebih kompak dalam negosiasi.

Program: Live Update
Host: Yustina Kartika Gati
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana, Rifqi Khusain, Agilio OktoViasta

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.