Rupiah Melemah, Siap-siap Harga Kebutuhan Dapur Melonjak
Mawaddatul Husna April 24, 2026 04:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin menjadi perhatian publik. 

Kurs rupiah yang kini berada di kisaran Rp 17.300 per dolar AS menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap perekonomian nasional, khususnya daya beli masyarakat.

Pelemahan rupiah bukan sekadar angka di pasar valuta asing. 

Efek nyata yang paling cepat dirasakan adalah kenaikan harga barang impor. 

Mulai dari bahan baku industri, produk elektronik, hingga kebutuhan sehari-hari yang sebagian besar masih bergantung pada impor, semuanya berpotensi mengalami lonjakan harga. 

Kondisi ini tentu akan menggerus daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang paling rentan terhadap inflasi.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai, jika tren pelemahan ini berlanjut, biaya produksi dalam negeri juga akan meningkat. 

Perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor akan menghadapi tekanan biaya lebih tinggi yang pada akhirnya bisa memicu kenaikan harga produk lokal. 

Rupiah Melemah, Angka Inflasi Meningkat

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, tren pelemahan rupiah ini dapat meningkatkan angka inflasi.

Hal tersebut dapat diperberat dengan adanya kenaikan harga minyak mentah.

Selain itu, tren pelemahan rupiah ini juga dapat membuat daya beli masyarakat tergerus dan melemah.

"Kepercayaan konsumen menurun dan aktifitas ekonomi akan melamban," katanya dilansir dari Kompas.com, Jumat (24/4/2026).

Pelemahan kurs rupiah memang akan menimbulkan efek domino pada kondisi ekonomi masyarakat. 

Kenaikan kurs rupiah berpotensi meningkatkan biaya produksi sektor manufaktur.

Pasalnya, banyak industri di Indonesia masih bergantung pada bahan baku, komponen, hingga barang modal dari luar negeri.

Tak hanya itu, beberapa komoditas pangan seperti gandum, kedelai, dan daging sapi juga merupakan barang impor. 

Pelemahan kurs akan langsung mengerek harga bahan pokok di pasar domestik.

Kurs rupiah bisa tembus Rp 18.000 di semester I-2026

Lukman memproyeksikan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS bisa mencapai Rp 18.000 di akhir semester I-2026. (*)

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Merosot Hari Ini 24 April 2026

Baca juga: Hari Ini, Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Naik Rp 3.000/Kilogram

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.