BANJARMASINPOST.CO.ID - Kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi, mulai memicu berbagai efek domino termasuk tindak kriminal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sudah selama beberapa hari belakangan, warga di kawasan Cendana Banjarmasin diresahkan dengan aksi pencurian LPG di lingkungan perumahan hingga kos-kosan.
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @info_banjarmasin, Jumat (24/4/2025) dalam hitungan hati setidaknya sudah ada 4 aduan warga perihal adanya pencurian LPG di kawasan tersebut.
Baca juga: Satu Rumah di Desa Barokah Tanahbumbu Hangus Terbakar, Api Berkobar Saat Warga Terlelap
Baca juga: Sosok Syekh Ahmad Al Misry Terseret Kasus Pelecehan, Pria Mesir Berdakwah di Indonesia
Berdasarkan aduan warga, pencurian terjadi umumnya saat malam hari berkisar antara pukul 12.00 hingga 01.30 WITA.
Adapun pelaku diduga merupakan orang yang sama dan sudah mengenali lingkungan tersebut.
Salah satu pencurianterjadi di rumah warga Jalan Simpan Adhyaksa no. 8.
Pelaku nekat membobol rumah korban untuk mencuri satu unit tabung gas.
"Assalamualaikum wr wb Izin pa RT 26 baru dan warga, Sekedar informasi malam tadi telah terjadi pencurian dan pembobolan dirumah ulun simpang adhyaksa no 08. Adapun waktu Kejadian sekitaran jam 12:00 ad 01.30 wita, alhamdulillah kami masih dalam keadaan baik-baik saja namun hal yg hilang hanya sebuah tabung gas. Semoga informasi ini bisa membuat warga yg bisa lebih berhati-hati lagi. Sekian informasi, terima kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb
"catatan Maling sepertinya sudah menguasai wilayah dikarenakan ihai dan berpengalaman," terang unggahan tersebut.
Tak hanya sekali, pencurian LPG juga terjadi di 3 kos-kosan sekitar wilayah tersebut.
Dalam kurun waktu yang berdekatan juga terjadi aksi pencurian di kos-kosan kawasan Cendana 3A, Cendana 2A, hingga Kayutangi 2 Jalur 6.
Bahkan aksi pencurian LPG di Komplek Kayutangi 2 Jalur 6 tersebut terjadi hingga 2 kali.
"Terjadi juga di kost aku Cendana 3a Kejadiannya kemarin kejadian bisa tengah malam soalnya subuh udah gaada (2 gas diambil) merusak pintu dapur dan cctv kost lagi rusak.
Ada juga kejadian hilang gas di cendana 2a menurut warga sekitar
Kost temanku di kayutangi 2 jalur 6 juga kehilangan tabung gas sampai 2x, ini kejadian semingguan yang lalu
Kemungkinan yang mengambil orang yang sudah tau situasi kawasan tersebut, dan kemungkinan juga bisa orang yang sama," tambahnya.
Baca juga: Program MBG Belum Sentuh Wilayah 3T di Kalsel, SPPG Masih Tahap Pembangunan
Berdasarkan data terbaru dari PT Pertamina Patra Niaga per Sabtu, 18 April 2026, harga LPG non-subsidi (Bright Gas) di wilayah Kalimantan Selatan mengalami penyesuaian.
Kenaikan ini merupakan dampak dari fluktuasi harga energi global dan biaya distribusi regional. Berikut adalah rincian harga untuk wilayah Kalimantan Selatan:
Rincian Harga LPG Non-Subsidi di Kalimantan Selatan Berlaku mulai 18 April 2026)
1. Bright Gas 5,5 kg semula harga Rp97.000 menjadi Rp114.000, ada kenaikan Rp17.000
2. Bright Gas 12 kg semula harga Rp202.000 menjadi Rp238.000, ada kenaikan Rp36.000
Harga di atas adalah harga resmi di tingkat agen/pangkalan. Di tingkat pengecer atau toko kelontong di beberapa wilayah seperti Banjarbaru dan Banjarmasin, harga di lapangan dilaporkan bisa mencapai Rp125.000 untuk ukuran 5,5 kg dan Rp250.000 untuk ukuran 12 kg karena adanya biaya tambahan jasa antar dan margin pengecer.
Kenaikan ini berlaku seragam di wilayah Kalimantan lainnya (Barat, Tengah, dan Timur), kecuali untuk Kalimantan Utara (Tarakan) yang memiliki tarif berbeda karena kondisi geografis.
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)