Mabes Polri Lakukan Klarifikasi Risk Assessment di Lagoi Bintan, Jamin Keamanan Wisatawan
Dewi Haryati April 24, 2026 08:07 PM

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Tim Baharkam Polri melakukan serangkaian kegiatan Klarifikasi Hasil Risk Assessment di objek wisata Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan berwisata, Selasa (14/4/2026) lalu.

Kegiatan ini difokuskan di wilayah kawasan Lagoi, Bintan, yang selama ini menjadi ikon pariwisata berkelas internasional. 

Langkah strategis ini diambil guna memastikan standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan di salah satu destinasi unggulan Indonesia tersebut.

Dalam kegiatan ini, tim dari Mabes Polri dipimpin Kombes Pol. Eduward Pardede, S.I.K., M.H.

Tim melakukan audit mendalam bersama jajaran Polda Kepri dan manajemen PT Bintang Resort Cakrawala (BRC) selaku pengelola kawasan.

Mereka memetakan berbagai aspek keamanan yang perlu diperhatikan. 

Mulai dari aspek jalan, pengawasan area publik, hingga kesiapan sistem penanganan jika terjadi darurat di Lagoi.

Ketua Tim menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pengelola objek wisata.

“Keamanan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam industri pariwisata kelas dunia. Melalui klarifikasi ini, kami ingin memastikan setiap potensi risiko telah dimitigasi dengan baik. Kami mengapresiasi keterbukaan PT BRC dalam mengikuti standar pengamanan objek vital nasional,” ujar Kombes Eduward, Kamis (16/4/2026).

Agenda hari pertama dimulai dengan paparan komprehensif dari manajemen PT BRC mengenai tindak lanjut hasil penilaian risiko sebelumnya.

Tim kemudian bergerak melakukan tinjauan lapangan (site visit) secara intensif ke berbagai titik vital di Kawasan Wisata Lagoi untuk memvalidasi kondisi rill di lapangan.

Tak hanya fisik, tim juga melakukan pendalaman dokumen yang berfokus pada dua aspek krusial:

Di antaranya, aspek infrastruktur: Memastikan kelayakan sarana prasarana pendukung keamanan.

Dan aspek keamanan : Mengevaluasi prosedur operasional standar (SOP), kesiapan personel, hingga sistem integrasi pengamanan kawasan.

“Target kita jelas, yaitu memberikan rasa aman tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung. Jika sistem pengamanannya kuat, maka kepercayaan wisatawan akan terus meningkat,” katanya.

Hingga pukul 18.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan hari pertama berjalan lancar sesuai rencana. 

Proses klarifikasi ini akan terus berlanjut guna menghasilkan rekomendasi akhir yang akan memperkuat sistem pengamanan objek wisata strategis di Kepri.

Kegiatan ini dihadiri pejabat utama dari Ditpamobvit Polda Kepri dan jajaran manajemen puncak PT BRC, termasuk Hebron Habeahan (GM Admin/Finance) dan Prakash Nair (GM Ops/Infrastruktur).

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga reputasi Lagoi sebagai destinasi internasional yang aman. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.