TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Pantai Kembar Terpadu yang terletak di Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menawarkan edukasi konservasi kepada para pengunjung.
Di lokasi tersebut, pengunjung tidak hanya disuguhi hamparan pasir pantai, rindangnya pepohonan, dan kawasan yang bersih, tetapi juga edukasi mengenai penyu.
Kawasan yang dikelola masyarakat sekitar dengan konsep edukasi konservasi itu ada sejak 2020 lalu.
Berbeda dengan pantai pada umumnya, pengunjung yang datang ke Pantai Kembar Terpadu cukup membayar seikhlasnya.
Hal tersebut dimaksudkan untuk tidak membatasi pengunjung datang dan belajar seputar konservasi di Pantai Kembar Terpadu.
Baca juga: Lucunya Penyu di Tempat Konservasi Pantai Kembar Tambakmulyo Kebumen
Pengelola Konservasi Penyu, Hartono menyampaikan, perencanaan pengembangan kawasan konservasi tersebut telah digagas sejak 2015 lalu.
Pendampingan terhadap warga sekitar dilakukan terlebih dahulu supaya mereka turut mendukung pengembangan kawasan Pantai Kembar sebagai konservasi penyu maupun upaya menjaga alamnya.
"Dengan adanya edukasi konservasi, semakin banyak masyarakat yang paham dan semakin banyak pula masyarakat yang ikut andil untuk menjaga alam ini, bukan hanya penyu tapi alam totalitas."
"Karena apa? Karena kita hidup di alam. Kalau bukan kita, siapa lagi yang menjaga?" kata Hartono kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (24/4/2026).
Konservasi penyu merupakan salah satu bagian dari konsep edukasi konservasi yang ditawarkan di Pantai Kembar Terpadu.
Begitu pengunjung mendapatkan edukasi seputar penyu, nantinya bisa bersantai di kawasan pantai.
Sejauh ini, selain pengunjung umum, kawasan konservasi penyu dikunjungi murid TK, PAUD, hingga mahasiswa perguruan tinggi.
Di tempat konservasi ini, mereka bisa mengenal seputar penyu mulai dari jenis, penangkaran, hingga pelepasan tukik.
Selain ditangkarkan untuk edukasi, terangnya, penyu juga dilepasliarkan ke pantai.
Baca juga: Perbaikan Jembatan Karanganyar Kebumen Lebih Cepat dari Jadwal, Akhir Bulan Ini Bisa Dibuka
Dari enam penyu yang ada di Indonesia, ungkap Hartono, terdeteksi bahwa ada lima jenis penyu yang pernah mendarat di kawasan pantai wilayah Kabupaten Kebumen.
"Yang ada di konservasi ini ada tiga jenis, penyu hijau, sisik, dan lekang."
"Selain itu, yang pernah mendarat di perairan Pantai Kembar juga ada penyu jenis belimbing dan tempayan," ungkapnya.
Selain dapat melihat penyu secara langsung, pengunjung juga dapat mengikuti proses pelepasan tukik atau anak penyu saat momen tertentu dengan mendaftarkan diri dan membayar seikhlasnya.
Pengunjung yang ingin mengikuti melepas tukik dapat memantau perkembangan informasi di media sosial @konservasikembarterpadu.
Dia menjelaskan, penyu yang ditangkarkan biasanya dilepas ke pantai maksimal 3 hari setelah menetas.
Penyu yang baru lahir, katanya, semakin cepat dilepaskan ke alam akan semakin baik mengingat penyu masih memiliki cadangan makanan di alam bebas ketika usianya masih di bawah 14 hari.
Penyu lekang merupakan jenis penyu yang banyak ditemukan di pantai wilayah Kebumen dan biasanya pelepasan tukik berlangsung musiman.
"Kalau dihitung bulan, biasanya dimulai dari April sampai September. Puncak tertinggi bertelur Juni-Juli," ungkapnya.
Pengunjung asal Kecamatan Adimulyo, Heri (35) mengatakan, Pantai Kembar Terpadu cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Selain lokasinya sejuk ada juga edukasi soal penyu.
"Bagus buat anak-anak," tuturnya. (*)