TOBOALI, BABEL NEWS - Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menargetkan seluruh desa dan kelurahan di daerahnya memiliki bank sampah.
Untuk mendukung target tersebut, Pemkab Bangka Selatan juga mengusulkan pembangunan delapan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) kepada pemerintah pusat.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Selatan, Agung Prasetyo Rahmadi, Jumat (24/4/2026).
Selain itu, kata Agung, program Mamah Papah atau Mari Menabung Pakai Sampah akan kembali dioptimalkan.
Program ini diharapkan mampu memperkuat budaya menabung sampah di masyarakat.
Namun, Agung mengakui bahwa tantangan dalam pengelolaan bank sampah masih cukup besar.
Dari 13 bank sampah yang ada di Bangka Selatan saat ini, sebagian besar mengalami stagnasi akibat berbagai kendala.
Salah satunya, kesibukan pengurus yang memiliki pekerjaan lain sehingga tidak fokus menjalankan kegiatan bank sampah.
Selain itu, minimnya regenerasi kepengurusan juga menjadi faktor penyebab berhentinya operasional.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DLH Bangka Selatan akan melibatkan pemerintah desa, kelurahan, hingga kecamatan dalam pengelolaan bank sampah.
Hal itu dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program.
“Kami akan melibatkan pemerintah desa dan kecamatan agar pengelolaan bank sampah lebih berkelanjutan,” kata Agung.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga akan melakukan pembinaan agar bank sampah yang telah dibentuk dapat berjalan optimal.
Dengan pendekatan kolaboratif, bank sampah diharapkan aktif beroperasi.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan bahan ramah lingkungan.
Penggunaan tas belanja kain, wadah nonplastik, serta sedotan berbahan alternatif terus digalakkan.
Selain itu, penerapan pemilahan sampah dari rumah tangga menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Langkah ini diyakini mampu mengurangi volume sampah plastik secara signifikan.
“Kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dan menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Agung. (u1)