Jangan Panik! Stok BBM dan LPG di Sulsel Aman
Abdul Azis Alimuddin April 24, 2026 10:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi, khususnya di Sulsel, dalam kondisi aman.

Begitu pula dengan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang masih tersedia dengan cukup.

Demikian dikatakan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto.

Disampaikan saat menjadi narasumber dalam program Tribun VIP yang disiarkan melalui YouTube Tribun Timur.

Dipandu oleh host I Luh Devi Sania, Lilik memaparkan secara detail terkait isu terkini mengenai stok BBM dan LPG.

Selain itu, Lilik juga menjelaskan kebijakan BBM subsidi Pertamina serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying.

Bagaimana mekanisme pengawasan agar BBM subsidi tepat sasaran di lapangan?

Kita memahami bahwa saat ini sedang terjadi kondisi geopolitik di Timur Tengah yang memanas, sehingga mengakibatkan peningkatan harga minyak dunia akibat terganggunya pasokan dan sempat tertutupnya jalur distribusi.

Pemerintah pun mengambil langkah strategis dengan memberikan arahan kepada Pertamina maupun pemerintah daerah untuk melakukan penghematan.

Terkait BBM subsidi, dilakukan gerakan bijak energi agar masyarakat lebih berhemat, tidak terjadi pemborosan, serta melalui program Subsidi Tepat Pertamina agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Sejauh mana pengawasan di SPBU dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan?

Penting untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, khususnya bagi petani dan nelayan yang benar-benar membutuhkan.

Melalui pengaturan dan pengawasan yang ketat serta implementasi program Subsidi Tepat, diharapkan distribusi menjadi lebih terkontrol.

Dengan demikian, kebutuhan masyarakat yang berhak dapat terpenuhi dengan baik.

Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan panic buying yang dapat menimbulkan antrean panjang di SPBU.

Penyebab kelangkaan stok BBM di beberapa daerah?

Selama periode Ramadan dan Idulfitri, memang sempat terjadi peningkatan permintaan yang signifikan, terutama saat arus mudik dan arus balik.

Kami memantau jalur Makassar hingga Toraja.

Saat mudik, alhamdulillah kondisi berjalan lancar.

Namun, pada arus balik, waktunya cukup mepet sehingga terjadi kepadatan.

Sempat ramai di media sosial terkait antrean panjang.

Untuk mengatasi hal tersebut, kami melakukan build up stok guna mengurai antrean.

Saat ini, kondisi di Sulawesi alhamdulillah sudah kembali aman, baik dari sisi ketersediaan BBM maupun antrean yang sudah tidak terjadi lagi.

Pada 31 Maret sempat muncul isu kenaikan harga BBM.

Kondisi ini, ditambah dengan arus balik, memicu terjadinya panic buying di masyarakat.

Strategi kami adalah menambah pasokan serta memberikan edukasi melalui media sosial maupun media arus utama bahwa stok BBM dalam kondisi aman.

Ada juga keluhan keterlambatan pasokan di SPBU tertentu, apa penyebabnya?

Di Parepare, sempat terjadi kendala akibat keterlambatan kapal yang seharusnya sandar pada tanggal 18, namun baru tiba pada tanggal 19.

Kondisi tersebut telah diatasi dengan menambah pasokan sekitar 15–20 persen dari rata-rata penyaluran harian normal.

Kami juga melakukan optimalisasi armada serta penyesuaian pola suplai antar-terminal agar dapat saling mendukung.

Bagaimana stok BBM hari ini di Sulawesi?

Stok BBM per hari ini alhamdulillah dalam kondisi aman.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus menjaga pasokan di wilayah Sulawesi agar tetap terjaga.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tidak membeli BBM secara berlebihan.

Insya Allah, ketersediaan stok berada pada level aman.

Bagaimana stok solar dan LPG saat ini?

Stok solar saat ini alhamdulillah dalam kondisi aman.

Hal yang terus kami jaga adalah agar konsumen BBM non-subsidi tidak beralih ke BBM subsidi ketika terjadi penyesuaian harga non-subsidi, sebagaimana diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 245 Tahun 2022.

Untuk LPG, baik subsidi maupun non-subsidi, juga dalam kondisi aman.

Kami melakukan pemantauan setiap hari, khususnya di Regional Sulawesi.

Selain itu, kami terus mengawasi agar pengguna Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg tidak beralih (downgrade) ke LPG 3 kg.

Kami juga mengantisipasi adanya dugaan praktik pengoplosan LPG 3 kg ke Bright Gas dengan bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH).

Ada kemungkinan harga BBM naik di tengah perang global?

Pemerintah menyatakan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.

Sementara itu, BBM non-subsidi tetap mengikuti mekanisme pasar.

Dinamika geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi harga BBM non-subsidi.

Untuk konsumsi di Sulawesi, penggunaan Pertamax Turbo hanya sekitar 1 persen, sehingga seharusnya tidak berdampak signifikan terhadap ketersediaan stok.

Begitu pula dengan Dexlite dan Pertamina Dex yang konsumsinya sekitar 3 persen, sehingga tidak mengganggu stabilitas masyarakat secara luas.

Jika masyarakat menemukan kecurangan, ke mana harus melapor?

Masyarakat diimbau untuk proaktif jika menemukan adanya kecurangan atau ketidaksesuaian di lapangan.

Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 135.

Saat ini, masyarakat juga dapat melampirkan bukti berupa video agar dapat segera kami atensi dan tindak lanjuti.

Pertamina juga telah menerapkan program Subsidi Tepat.

Melalui program ini, masyarakat dapat mendaftarkan barcode untuk mendapatkan BBM bersubsidi, dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk jenis kendaraan yang berhak.

Kami mengimbau masyarakat yang mampu agar menggunakan BBM sesuai dengan spesifikasi kendaraannya.

Penggunaan BBM subsidi yang tidak sesuai peruntukan berarti mengambil hak masyarakat lain yang lebih membutuhkan.

Hal yang sama juga berlaku untuk LPG.

Masyarakat yang mampu diharapkan menggunakan Bright Gas 5,5 kg atau 12 kg, dan tidak beralih (downgrade) ke LPG 3 kg bersubsidi.

Kami mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan mengedepankan empati, sehingga penyaluran energi bersubsidi dapat tepat sasaran dan tidak merugikan pihak yang berhak.

Bagaimana distribusi di daerah terpencil di Sulawesi?

Pulau Sulawesi memiliki karakteristik yang unik, dengan banyak wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dalam kondisi tersebut, kami menjalankan mandat program BBM Satu Harga.

Meskipun biaya transportasi cukup tinggi—mulai dari kapal tanker hingga kapal kecil—harga BBM tetap sama di seluruh Indonesia.

Ini merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan nasional.

Kami juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah daerah.

Seperti halnya saat terjadi bencana di Sumatera, Pertamina turut membantu suplai BBM untuk operasional alat berat pembuka akses jalan.

Begitu pula di Sulawesi, jika terjadi kendala seperti di Luwu, kami akan mengupayakan suplai dari provinsi tetangga atau melalui jalur alternatif agar distribusi energi tetap berjalan.

Sebagai penutup, kami dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengimbau kepada seluruh masyarakat, di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu saat ini, bahwa kami terus berupaya melakukan build up stok agar ketersediaan energi tetap aman.

Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak panik serta bijak dalam menggunakan energi, baik BBM maupun LPG.

Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar kami senantiasa diberikan kekuatan untuk terus melayani dengan optimal, sehingga energi dapat tersalurkan hingga ke pelosok negeri, khususnya di wilayah Sulawesi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.