Ada Grafiti Berusia 2.000 Tahun di Makam Mesir Kuno, Tulisan Orang India?
GH News April 24, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Tim peneliti menemukan perilaku vandalisme berusia 2.000 tahun di makam-makam Mesir di Lembah Para Raja. Tulisan grafiti menggunakan bahasa Tamil Kuno, yang merupakan bahasa India.

Perilaku vandalisme memang banyak ditemukan di tempat wisata. Banyak orang ingin menandai tempat tertentu dengan menuliskan nama mereka.

Namun, studi yang terbit di Proceedings Volume 1 pada Februari 2026 mengungkap vandalisme yang sangat tua. Setidaknya ada 30 prasasti yang ditulis dalam tiga bahasa India yang ditemukan di enam makam berbeda di Lembah Para Raja, tempat firaun Mesir dan bangsawan berpengaruh dimakamkan selama berabad-abad.

Bukti Keberadaan Orang-orang Asia Selatan di Mesir Kuno

Berdasarkan analisis peneliti, ditemukan banyak tulisan bahasa Tamil Kuno dengan tanda nama "Cikai Korran". Sekitar abad I hingga III Masehi, Cikai Korran, pengunjung dari India, meninggalkan jejaknya berupa grafiti.

Beberapa prasasti itu ditempatkan cukup tinggi di dinding, sekitar 5-6 meter atau 16-20 kaki dari pintu makam.

"Setengah dari prasasti tersebut ditulis dalam bahasa Tamil Kuno, dan Cikai Korran bertanggung jawab atas banyak di antaranya," tulis para peneliti, dikutip dari Live Science.

Penemuan ini menunjukkan bahwa bukti keberadaan orang-orang dari Asia Selatan di Mesir kuno menjadi semakin banyak. Meski begitu, belum diketahui siapa sebenarnya Cikai Korran yang meninggalkan banyak jejak di makam-makam Mesir kuno.

Jejak yang Mengungkap Hubungan Mesir dan India

Temuan ini mendukung bukti adanya perdagangan lintas benua pada masa Romawi, ketika pelabuhan Laut Merah seperti Myos Hormos dan Berenike menjadi titik transit bagi para pedagang dari India. Para ahli menekankan bahwa prasasti ini memberikan bukti langsung tentang interaksi sosial dan perdagangan internasional di Lembah Para Raja.

Kehadiran prasasti ini dianggap membuka kemungkinan ditemukannya lebih banyak tulisan berbahasa India di situs lain, termasuk kuil dan makam Mesir.

Menurut Kasper Gronlund Evers, seorang peneliti independen, temuan ini menjadi bukti yang selama ini dicari tentang pedagang Tamil dan India Barat di Mesir.

"Bukti persis dari kunjungan pedagang Tamil dan India Barat yang kami harapkan untuk ditemukan - tetapi belum pernah sebelumnya dapat didokumentasikan dalam skala sebesar ini," katanya.

Sementara itu, Alexandra von Lieven dari Universitas Münster menekankan bahwa prasasti ini menunjukkan ketertarikan aktif orang India terhadap budaya Mesir.

"(Teks-teks itu) membuktikan bukan hanya keberadaan orang India di Mesir, tetapi juga minat aktif mereka terhadap budaya negeri itu," ungkap von Lieven.

"Penelitian lebih lanjut mungkin akan mengarah pada penemuan lebih banyak prasasti berbahasa India di situs-situs lain di Mesir, seperti kuil-kuil," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.