Agar Anak Cucu Tak Lupa Sejarah! Ensiklopedia ODCB Majalengka Resmi Meluncur
Ravianto April 24, 2026 10:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Ensiklopedia Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Kabupaten Majalengka resmi diluncurkan di Majalengka. 

Peluncuran tersebut dihadiri ratusan peserta dari unsur pemerintah, akademisi, komunitas budaya, guru, hingga mahasiswa.

Tim penyusun ensiklopedia, yang terdiri dari T. Heru Nurgiansah (Ketua Tim), Jagad Aditya Dewantara, Edy Agustinus, Giopanus Remo Pratama, Yuver Kusnoto, Nana Rohmana, Cornelius Kiki Hartanto, dan Nuri Annisa,  telah bekerja keras selama berbulan-bulan.

Mereka tidak hanya menulis di balik meja, tetapi juga turun langsung ke lapangan: mendokumentasikan situs budaya, mewawancarai tokoh masyarakat, serta memastikan setiap data tersimpan rapi di platform Mendeley.

Ketua tim penyusun, T. Heru Nurgiansah, mengatakan ensiklopedia tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mendokumentasikan warisan budaya daerah. 

“Ini bukan sekadar buku, melainkan komitmen bersama untuk menjaga warisan leluhur,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: 254 Jalan Rusak di Majalengka Diperbaiki Tahun Ini, Eman Suherman Minta Kontraktor Kerja yang Benar

Ia menjelaskan, penyusunan ensiklopedia dilakukan oleh tim beranggotakan sembilan orang melalui riset lapangan, dokumentasi situs budaya, wawancara tokoh masyarakat, serta pengarsipan data secara digital.

Anggota tim lainnya, Jagad Aditya Dewantara, menuturkan, penyusunan data dilakukan secara sistematis agar dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi generasi mendatang. 

“Kami ingin memastikan generasi mendatang memiliki catatan yang jelas dan terstruktur,” katanya.

Sehari setelah peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan workshop pemanfaatan dokumentasi budaya yang diikuti akademisi, komunitas, dan mahasiswa.

Dalam forum tersebut, peserta menilai ensiklopedia ODCB berpotensi menjadi sumber penelitian dan bahan ajar.

Anggota tim penyusun, Cornelius Kiki Hartanto, menyebut keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam menjaga keberlanjutan pelestarian budaya.

“Kami ingin anak-anak Majalengka bangga dengan akar budayanya,” ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.