TRIBUNKALTARA.COM – Upaya percepatan penurunan stunting di Kalimantan Utara (Kaltara) terus diperkuat, dengan target ambisius mencapai zero stunting di wilayah Nunukan Selatan melalui optimalisasi peran Posyandu.
Ketua TP-PKK Kaltara sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kaltara, Hj Rahmawati Zainal, didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan melakukan kunjungan kerja pembinaan di Posyandu Free Lancang, Kecamatan Nunukan Selatan, Jumat (24/4/2026).
Dalam arahannya, Rahmawati menegaskan penanganan stunting harus dilakukan secara nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Ia menargetkan dua anak yang terindikasi stunting di wilayah tersebut dapat segera terbebas.
"Kami titipkan kepada camat dan masyarakat, agar bulan depan dua anak ini bisa menjadi zero. Kuncinya rajin datang ke Posyandu," ujarnya.
Baca juga: Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53, Tekankan Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Pengentasan Narkotika
Rahmawati menjelaskan, penyebab utama stunting di Kaltara bukan karena kekurangan pangan, melainkan kurangnya pemahaman tentang pola asuh dan pemberian gizi yang tepat.
"Banyak orang tua yang belum memahami pentingnya asupan bergizi bagi anak, bahkan masih memberikan makanan ringan yang tidak sesuai kebutuhan nutrisi. Inilah yang memicu stunting, padahal di sini berlimpah ikan dan ayam," katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan tentang posyandu.
Menurutnya, Posyandu kini bukan hanya tempat berobat, tetapi juga pusat edukasi kesehatan dengan fasilitas modern.
"Posyandu bukan hanya tempat berobat, tapi tempat mendapatkan informasi kesehatan bagi ibu hamil dan balita. Sekarang bahkan sudah ada layanan USG 4 dimensi," jelasnya.
Rahmawati turut mengapresiasi capaian Provinsi Kaltara yang berhasil menempati peringkat kedua nasional dalam penurunan prevalensi stunting.
Ia optimistis target zero stunting di Nunukan Selatan dapat segera terwujud dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat.
Sebagai penutup, Rahmawati menyerahkan bantuan makanan tambahan kepada 35 ibu hamil serta bantuan khusus bagi dua anak yang terindikasi stunting.
(adv)