Harga Dexlite di Belitung Timur Rp24.150 Per Liter, Pocay Kaget Terpaksa Parkirkan Pajero Miliknya
Hendra April 24, 2026 10:22 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Suasana di depan sebuah toko di Desa Lalang Jaya, Kecamatan Manggar terlihat sibuk pada Jumat (24/4/2026) sore.

Di bawah spanduk bertuliskan Toko Pocay, seorang pria berambut klimis mengenakan kaos oblong hitam dan celana pendek serius merakit konstruksi kusen jendela kayu.

Ia adalah Herwanto alias Pocay (50). Di samping kesibukannya bertukang, sebuah Pajero hitam terparkir di sebelah kanan tokonya.

Mobil itu saat ini sedang menjadi sumber dilema bagi sang pemilik akibat lonjakan harga BBM nonsubsidi jenis diesel.

Sejak harga Dexlite di Belitung Timur meroket hingga menyentuh Rp24.150 per liter, Pajero milik Pocay kini lebih banyak menganggur.

Pocay mengaku kaget saat pertama kali mengetahui harga bahan bakar mesin diesel itu naik drastis hampir Rp10.000 per liter.

Duduk di atas kursi plastik di depan tokonya, Pocay mulai menghitung biaya operasional kendaraannya. Kapasitas tangki Pajero yang kurang lebih 75 liter tentunya menimbulkan keberatan dalam hati Pocay.

Jika sebelumnya ia cukup merogoh kocek sekitar Rp1 juta untuk pengisian full tank, kini jumlahnya melonjak hampir dua kali lipat.

"Berarti sekarang kalau mau full bisa Rp1,8 juta. Itu bukan agak berat lagi, tapi berat banget! Hahaha," ucapnya.

Pocay mengatakan ini adalah pengalaman pertama baginya selama memiliki mobil diesel tersebut.

Karena kejadian ini, Pocay sekarang mengubah strategi berkendara hariannya. Jika tidak ada urusan yang benar-benar penting atau jarak jauh, ia memilih untuk memarkir Pajeronya.

"Sekarang kalau dekat-dekat, ya pakai yang bahan bakar bensin saja, pakai bensin yang lebih terjangkau. Kalau Pajero ini kita simpan dulu, pakai kalau terpaksa saja," ungkapnya.

Pocay pun menjelaskan bahwa mulai sekarang dirinya tidak akan membiarkan tangki mobilnya sampai benar-benar kosong karena risikonya adalah pengeluaran dana yang membludak sekaligus.

"Ini baru kemakan seperempat saja sudah mau saya isi. Kalau seperempat itu saja sudah hampir Rp500 ribu. Kalau nunggu kosong, berat sekali bayarnya," ujarnya.

Meski begitu, Pocay tahu bahwa kondisi minyak dunia sedang tidak baik-baik saja.

Pocay berharap harga BBM nonsubsidi jenis diesel ini bisa ditekan kembali ke angka yang setidaknya masuk akal bagi masyarakat daerah.

"Harapan saya kalau bisa turun di angka Rp18.000 lah, itu masih oke. Setidaknya di bawah Rp20.000 agar kami tidak terlalu terbebani," ucapnya.

Usai wawancara, Pocay kembali melanjutkan pekerjaannya membuat kusen kayu. Suara ketukan palu saat itu mengisi suasana sembari pelanggan mendatangi toko miliknya.

 (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.