Pete Hegseth Klaim AS Sudah Beri Hadiah ke Dunia Lewat Aksi Mereka di Iran
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth melukiskan gambaran suram tentang situasi terkini di Iran.
Dia mengatakan kalau Washington "memberikan hadiah kepada dunia dengan tindakannya terhadap Iran".
Klaim Hegseth ini merujuk pada blokade laut AS terhadap kapal-kapal dan perdagangan Iran melalui Selat Hormuz.
Baca juga: Armada Nyamuk Iran Bikin Pusing Angkatan Laut AS di Hormuz: Ribuan Kapal Serang Cepat Susah Dilacak
Pete Hegseth menekankan bahwa blokade angkatan laut AS kini mengambil "dimensi global".
Ia menyatakan bahwa angkatan bersenjata AS "menguasai perairan Iran," mencatat bahwa "34 kapal telah dipulangkan dari Selat Hormuz" sejak dimulainya blokade angkatan laut, dan bersumpah untuk menyita lebih banyak kapal tanker minyak Iran dalam beberapa hari mendatang.
Dia berkata: "Kami memperketat pengepungan terhadap Iran dan tidak ada yang bisa masuk atau keluar dari wilayah itu."
Mengenai isu nuklir, ia menekankan bahwa "Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir" dan bahwa "waktu tidak berpihak padanya" mengingat pengepungan yang semakin meningkat.
Dia melanjutkan: "Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan yang baik. Iran telah berperang dengan kita selama 47 tahun".
Pernyataan itu menyiratkan kalau AS menempatkan negosiasi dalam kerangka strategi tekanan jangka panjang ke Iran.
Terlepas dari klaim Pete Hegseth, banyak analis menyatakan kalau tekanan sekutu AS terhadap Washington, terutama dari negara-negara Eropa, menggambarkan kalau aksi AS di Iran justru menjadi awal dari petaka ekonomi global.
Iran memblokade Selat Hormuz sebagai bentuk balasan atas serangan AS dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026.
Serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei ini menjadi titik mula mandeknya suplai minyak dari negara-negara produsen di Timur Tengah untuk memenuhi kebutuhan dunia.
Alhasil, harga minyak melambung.
Di tengah aksinya, AS yang tidak mampu melengserkan rezim Iran -hal yang dinyatakan Gedung Putih sebagai satu di antara tujuan serangan ke Iran- menyatakan secara sepihak gencatan senjata.
Ini dimaksudkan AS sebagai langkah negosiasi diplomatik untuk menghentikan perang, dengan tuntutan agar Iran menghentikan total program nuklirnya.
AS kemudian melakukan blokade laut terhadap kapal-kapal Iran sebagai bentuk tekanan agar Iran bersedia berunding dan 'menunduk-sepakat'.
Iran yang bersikeras kalau program nuklirnya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan energi, sempat melontarkan pernyataan kalau mereka enggan berunding di bawah tekanan.
Dalam perkembangan terbaru rencana negosiasi lanjutan AS-Iran, sumber di Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan kepada media Asharq bahwa delegasi Amerika diperkirakan akan tiba di Islamabad dalam 36 jam ke depan.
Sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa persiapan telah dimulai untuk putaran kedua negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, yang dimediasi oleh Pakistan.
(oln/*)