Diduga Keracunan MBG, Kepsek SDN 23 Sungai Ambawang Sebut Siswa Mengeluh Sakit Perut hingga Muntah
Try Juliansyah April 25, 2026 01:28 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak enak siswa SDN 23 Kecamatan Sungai Ambawang, yang beralamat di Jalan Poros Sadong, Desa Simpang Kanan, Kabupaten Kubu Raya, Kamis 23 April 2026, kemarin.

Kepala Sekolah SDN 23 Sungai Ambawang, Hotimah menjelaskan saat kejadian beberapa bahan makanan terindikasi tak segar.

"Waktu itu anak-anak makan duluan. Terus waktu kita yang makan kok rasanya aneh ya ayamnya, kayanya gatal. Hanya ayam aja sih yang lain aman. Tapi sepertinya tidak semua hanya beberapa saja," katanya kepada tribunpontianak.co.id, saat diwawancarai, Jumat 24 April 2026.

Ia menjelaskan, saat itu ayam yang disantap memiliki tekstur sedikit keras dan terdapat aroma kurang sedap.

"Aromanya itu kaya kita beli pagi tapi olahnya agak siang, nah itu kan agak-agak bau," jelasnya.

Setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah siswa mengeluhkan sakit perut. Bahkan beberapa diantaranya mengalami muntah-muntah.

Baca juga: Diduga Keracunan MBG, Enam Siswa SD di Sungai Ambawang Dilarikan ke Rumah Sakit

"Habis makan MBG itu kira-kira setengah jam sampai satu jam baru mereka merasakan sakit perut. Yang muntah dan parah itu satu orang, karena waktu ditanya dia dari rumah juga memang belum makan. Mungkin karena itu juga," jelasnya.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah pun memutuskan untuk membawa sebanyak enam siswa ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.

"Sampai di rumah sakit alhamdulillah setelah di infus mereka membaik dan sudah bisa bergurau. Di sekolah memang sepertinya parah tapi sampai sana (rumah sakit) ternyata aman," paparnya.

Kendati demikian, dari enam siswa yang terlibat. Sebenarnya ada dua belas siswa yang sempat mengeluhkan hal yang sama.

Namun, saat kejadian pihak sekolah mengambil langkah cepat untun mendatangkan bidan guna mendapatkan penanganan awal.

"Yang sakit perut itu sebenarnya dua belas orang, kemudian kita datangkan bidan dan dikasi obat setelah itu beberapa agak enakan, tapi yang enam ini tadi sepertinya agak parah jadi diputuskan untuk dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.

Sementara itu, dua diantaranya masih mendapatkan perawatan medis dan harus menginap dikarenakan terindikasi dehidrasi akibat muntah yang berlebihan.

"Dua orang ini memang punya riwayat sakit tifus. Kalau berdasarkan keterangan bidan kemarin memang lebih rentan. Waktu di rumah sakit, pihak rumah sakit sih bilangnya kemarin dehidrasi tapi untuk pastinya kita juga gak begitu tau ya, bisa jadi juga karena makanan itu kan anak-anak muntah jadi lah dehidrasi," pungkasnya.

Akibat hal tersebut, pemberian Makanan Bergizi Gratis di sekolah tersebut dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, saat mendatangi dapur SPPG untuk melakukan upaya konfirmasi, pihaknya enggan memberikan komentar.

"Pimpinan lagi keluar bang, kami tidak bisa memberikan komentar," ucap Wahyu salah satu petugas di Dapur Gizi Belisima Santi. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.