393 Jemaah Haji Kloter Pertama Bengkulu Dilepas ke Embarkasi Padang
Ricky Jenihansen April 25, 2026 01:39 AM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sebanyak 393 jemaah haji kloter pertama asal Bengkulu resmi dilepas untuk diberangkatkan menuju Embarkasi Padang.

Jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) PDG II ini telah menjalani serangkaian proses pelayanan sejak pagi hari.

Seluruh jemaah yang akan berangkat ke tanah suci ini dikumpulkan di aula asrama haji untuk mendapatkan arahan dari panitia haji pada Jumat (24/4/2026) malam.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono dan Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar.

Para jemaah harus melewati pemeriksaan yang ketat, mulai dari pemeriksaan barang-barang yang akan dibawa melalui X-ray.

Dari pantauan TribunBengkulu.com, beberapa barang bawaan jemaah haji seperti botol air mineral dibuang petugas ke kotak sampah karena botol air mineral yang dibawa termasuk barang yang dilarang untuk dibawa.

Layanan Satu Atap untuk Jemaah

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bengkulu, Intihan, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pelayanan dilakukan dalam satu lokasi dengan sistem layanan terpadu.

“Sejak pagi kami telah melakukan proses penerimaan jemaah dengan layanan satu atap, mulai dari pemeriksaan kesehatan akhir, pembagian living cost, gelang identitas, paspor, hingga kartu nusuk,” ungkap Intihan saat diwawancarai wartawan di Asrama Haji, Jumat (24/4/2026) malam.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses tersebut berjalan lancar dan tertib hingga memasuki tahapan pelepasan pada malam hari.

Prosedur Pemeriksaan dan Keberangkatan

Menurut Intihan, sebelum diberangkatkan, seluruh jemaah wajib melewati pemeriksaan X-ray sebagai bagian dari prosedur keamanan penerbangan.

“Karena lokasi ini merupakan ruang tunggu bandara internasional, maka jemaah harus melalui pemeriksaan X-ray. Setelah itu, jemaah langsung menuju bus dan diberangkatkan ke apron tanpa pemeriksaan ulang di bandara,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, terdapat sejumlah barang yang dilarang dibawa ke dalam kabin pesawat.

“Barang-barang seperti gunting, benda tajam, serta cairan dengan volume lebih dari 100 mililiter tidak diperbolehkan dibawa. Termasuk juga power bank dengan kapasitas di atas ketentuan,” tegas Intihan.

Ia memastikan bahwa proses pemeriksaan berjalan dengan tertib sehingga jadwal keberangkatan tetap sesuai rencana.

“Alhamdulillah, seluruh tahapan berjalan lancar dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Insya Allah, pada pukul 23.00 WIB jemaah sudah lepas landas menuju Embarkasi Padang,” pungkasnya.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.