BOLASPORT.COM - Presiden Como 1907 asal Indonesia, Mirwan Suwarso, buka suara soal rumor Cesc Fabregas ke Chelsea.
Cesc Fabregas bertransformasi dari maestro lini tengah menjadi salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa.
Hal ini dibuktikan melalui kiprah luar biasanya bersama Como 1907.
Pada musim penuh pertamanya sebagai allenatore Como, pria berusia 38 tahun tersebut sukses membawa I Lariani finis di peringkat ke-10 klasemen Liga Italia.
Pencapaian ini tergolong impresif mengingat status Como sebagai klub promosi pada musim 2024-2025.
Sensasi klub milik Djarum Group tersebut terus berlanjut di musim 2025-2026.
Memasuki fase akhir musim, klub asal Lombardia ini secara mengejutkan meramaikan persaingan sengit di zona Liga Champions.
Fabregas juga berhasil menanamkan filosofi sepak bola menyerang yang atraktif dengan mengandalkan penguasaan bola serta pressing agresif di Como.
Keberhasilan Fabregas mengangkat martabat Como mulai memikat perhatian raksasa Eropa.
Spekulasi mengenai kepergiannya dari Stadio Giuseppe Sinigaglia segera menguat, meski ia masih terikat kontrak hingga 2028.
Salah satu klub yang gencar dikaitkan adalah Chelsea.
Saat ini, The Blues tengah mencari manajer tetap untuk musim depan setelah memecat Liam Rosenior.
Posisi pelatih di Stamford Bridge untuk sementara diisi oleh Calum McFarlane sebagai interim hingga akhir musim ini.
Chelsea bukanlah tempat asing bagi Fabregas.
Pria asal Spanyol itu pernah memperkuat klub asal London Barat itu sebagai pemain selama lima tahun dan sukses mempersembahkan dua gelar Liga Inggris.
Hubungan emosional inilah yang membuat peluang kepindahannya dianggap sangat besar.
Berbicara kepada City AM, Mirwan Suwarso mengaku menyerahkan seluruh keputusan kepada Cesc Fabregas.
Ia menegaskan pihak manajemen tidak akan menjegal langkah sang pelatih jika memang tawaran dari Chelsea datang.
"Jika itu membuatnya bahagia, ya sudah," kata Mirwan, dikutip BolaSport.com dari City AM.
"Anda ingin karyawan Anda tetap bersama Anda selama mungkin."
"Namun, pada akhirnya kami tidak bisa memilikinya selamanya."
"Dia bebas pergi ke Chelsea jika dia mau.”
"Bisnis adalah bisnis, ide adalah ide."
"Kami harus melihat segala sesuatu dengan cara yang masuk akal, bukan?"
"Itu akal sehat," tutur Mirwan menambahkan.