SURYA.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Surabaya pada Sabtu, 25 April 2026.
Secara umum, kondisi cuaca diprediksi didominasi oleh langit berawan sepanjang hari.
Pada beberapa waktu tertentu, cuaca juga berpotensi cerah berawan.
Suhu udara di Kota Pahlawan diperkirakan berada pada kisaran 25 hingga 33 derajat Celsius.
Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 21 kilometer per jam.
Kondisi ini tergolong normal untuk wilayah pesisir seperti Surabaya.
Tidak ada indikasi cuaca ekstrem dalam prakiraan tersebut.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Informasi ini menjadi acuan penting bagi warga dalam merencanakan aktivitas harian.
Pada dini hari hingga pagi, yakni pukul 01.00 dan 04.00 WIB, cuaca di Surabaya diprediksi berawan.
Memasuki pukul 07.00 WIB, kondisi berubah menjadi cerah berawan yang memungkinkan sinar matahari mulai terasa.
Suhu udara pada pagi hari cenderung sejuk di kisaran 25 derajat Celsius, cocok untuk aktivitas luar ruangan seperti olahraga atau perjalanan pagi.
Baca juga: Cuaca Surabaya Hari Ini Jumat 24 April 2026: Pagi Cerah Berawan, Sore Diguyur Hujan Ringan
Menjelang siang hingga sore hari, tepatnya pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, cuaca kembali didominasi berawan.
Pada pukul 16.00 WIB, kondisi diperkirakan cerah berawan.
Suhu udara mencapai puncaknya di kisaran 33 derajat Celsius, sehingga masyarakat disarankan untuk tetap menjaga hidrasi dan menghindari paparan panas berlebih saat beraktivitas di luar ruangan.
Memasuki malam hari, pada pukul 19.00 WIB, langit Surabaya kembali berawan.
Sementara pada pukul 22.00 WIB, kondisi berubah menjadi cerah berawan.
Suhu udara mulai menurun, menciptakan suasana yang lebih nyaman untuk aktivitas malam hari.
Dominasi cuaca berawan sepanjang hari menunjukkan adanya kelembapan udara yang cukup tinggi di wilayah Surabaya.
Meski tidak ada tanda-tanda hujan dalam prakiraan, kondisi ini tetap berpotensi berubah, terutama di masa peralihan musim.
Angin dari arah timur juga mengindikasikan pengaruh angin muson yang relatif stabil.
Dengan kondisi cuaca yang relatif stabil, aktivitas masyarakat di Surabaya pada Sabtu diperkirakan dapat berjalan lancar.
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan untuk menghadapi dinamika cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah mitigasi mandiri menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, menekankan pentingnya kesiapsiagaan tersebut berkaca pada kejadian banjir bandang di Kota Pasuruan dan angin kencang yang merusak tujuh rumah warga di Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur belum lama ini.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk menjauhi pohon besar, papan reklame, atau struktur bangunan yang rapuh saat terjadi angin kencang guna menghindari risiko tertimpa material yang roboh," kata dia, dikutip SURYA.co.id dari ANTARA.
Dia menjelaskan bahwa warga yang bermukim di daerah rawan bencana hidrometeorologi basah perlu mengenali jalur evakuasi yang aman dan tidak ragu untuk melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama.
Dicontohkan misalnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai, BNPB meminta adanya pemantauan tinggi muka air secara rutin sebagai deteksi dini potensi luapan air yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Kami juga mendorong masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi seperti BMKG agar setiap langkah antisipasi bisa dilakukan lebih awal dan tepat sasaran," katanya.
Abdul menambahkan bahwa peran pemerintah daerah sangat krusial dalam memastikan sistem peringatan dini berfungsi dengan baik serta memberikan arahan yang jelas kepada warga di titik-titik rawan.
Kewaspadaan adalah kunci utama maka, dengan mengetahui potensi bahaya di lingkungan masing-masing, kita dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiel akibat bencana.
BNPB melaporkan bahwa Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dilanda cuaca ekstrem, Rabu (22/4) sore pukul 14.50 WIB dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang disertai angin kencang sehingga menyebabkan atap beberapa rumah warga rusak.
Peristiwa ini terjadi di Desa Semen, Kecamatan Paron, tercatat sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) dan tujuh unit rumah rusak dihantam angin kencang.
Sehari sebelumnya, sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) di Kota Pasuruan, Jawa Timur, terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Welang setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Ngawi dan Pasuruan sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan kajian cepat dampak bencana seperti mendata warga terdampak, barang kebutuhan pokok, dan mitigasi potensi bencana susulan.