BOLASPORT.COM - Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, resmi mendapatkan sanksi tegas dari UEFA imbas dari ejekan homofobia yang ditujukan kepada winger Real Madrid, Vinicius Junior.
Masih ingat dengan Prestanianni, winger Benfica yang membuat gaduh di laga play-off Liga Champions 2025-2026 pada Februari lalu?
Pemain asal Argentina tersebut akhirnya mendapatkan sanksi tegas dari UEFA seiring ujaran rasis dan homofobianya terhadap winger Real Madrid, Vinicius Junior.
Vinicius menuding Gianluca Prestianni bertindak rasis terhadapnya.
Winger asal Brasil tersebut menjadi aktor utama dalam kemenangan Real Madrid atas Benfica pada leg pertama play-off babak 16 besar Liga Champions berkat gol semata wayangnya pada menit ke-50.
Setelah gol, insiden tercipta di tengah lapangan saat kedua tim hendak melakukan sepak mula.
Pada momen tersebut, tampak Vinicius Junior berlari ke arah wasit dan melaporkan dugaan aksi rasial dari Prestianni kepadanya.
Tak hanya dituding melakukan aksi rasial, pemain berusia 23 tahun itu juga dilaporkan mengeluarkan ejekan homofobia.
Pada akhirnya Prestianni dibuat tak berkutik dengan hukuman yang dijatuhkan kepadanya dari UEFA.
Induk sepak bola Eropa tersebut resmi memberikan sanksi larangan bermain untuk Prestianni sebanyak 6 pertandingan.
Skorsing itu mencakup semua pertandingan resmi klub yang dinaungi UEFA dan/atau tim nasional yang semestinya dapat diikuti Gianluca Prestianni.
Hukuman tersebut didasari oleh perilaku diskriminatif terhadap Vinicius lewat ujaran homofobia.
Awalnya Prestianni diduga melancarkan hinaan berbau rasial terhadap Vini.
Namun, hasil dari investigasi resmi yang dilakukan UEFA mengerucut pada perilaku diskriminatif yang mengarah pada orientasi seksual.
Sanksi larangan bermain sebanyak 6 pertandingan tersebut terbagi menjadi 3 laga yang berlaku efektif dengan 3 lainnya masuk sebagai masa percobaan selama 2 tahun.
Itu berlaku efektif sejak keputusan resmi diambil UEFA terhadap Prestianni yang dikonfirmasi pada Jumat (24/4/2026) malam waktu setempat.
Adapun larangan bermain sebanyak 6 laga juga mencakup skorsing sementara satu laga yang telah dilakoni winger berusia 20 tahun tersebut.
Prestianni diketahui tidak bermain pada leg kedua play-off babak 16 besar Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica yang berlangsung pada 25 Februari lalu.
Meski begitu, Prestianni tetap tidak bisa leluasa dalam hukumannya.
Pasalnya, UEFA juga mencoba untuk melobi FIFA selaku induk sepak bola dunia agar sang pemain bersangkutan juga tidak bisa memperkuat tim nasional Argentina.
Jika permintaan dari UEFA dikabulkan oleh FIFA, maka Prestianni tidak hanya tak bisa bermain di kompetisi Liga Portugal dan Eropa, tetapi juga tak akan bisa bermain untuk Tim Tango.
Hukuman yang diterima Prestianni tersebut menjadi pukulan telak bagi Benfica selaku klubnya bernaung.
Pasalnya, pemain kelahiran Ciudadela tersebut menjadi andalan bagi klub besutan Jose Mourinho.
Terlebih As Aguias tengah berjuang keras untuk memenangkan gelar Liga Portugal musim ini.
Untuk sementara mereka masih tertahan di peringkat kedua dengan tetringgal 7 poin dari musuh bebuyutannya, FC Porto, yang duduk di puncak klasemen.