Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan spiritual dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-448 Sumedang.
Melalui kegiatan “Sumedang Bersholawat” di Alun-alun Sumedang, Kamis (23/4/2026) malam, ikhtiar batin didorong sebagai penguat kemajuan daerah.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengatakan pembangunan tidak hanya dilakukan melalui program nyata, tetapi juga perlu diiringi pendekatan spiritual.
“Sumedang Bersholawat adalah ikhtiar batin, bagaimana Sumedang menjadi daerah yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur, kabupaten yang baik, aman, subur, dan makmur,” ujarnya.
Baca juga: Ribuan Warga Ikuti Sumedang Bersholawat, Momentum Refleksi HJS Ke-448
Kegiatan tersebut diisi oleh pendakwah Muhammad Aldiansyah, pimpinan Pondok Pesantren As-Syifa wal Mahmudiyyah Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, serta Ketua Umum MUI Jawa Barat Aang Abdullah Zein.
Bupati berharap lantunan selawat mampu menghadirkan ketenangan sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah serta semangat membangun daerah.
“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa ketentraman, semakin mendekatkan kita kepada Allah, dan menumbuhkan kecintaan untuk membangun Sumedang,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan Sumedang diarahkan tidak hanya pada kesejahteraan lahir, tetapi juga batin masyarakat.
“Kami ingin membangun Sumedang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan lahir dan batin bagi masyarakat,” katanya. (***Kiki Andriana***)
Baca juga: HJS Ke-448, Sumedang Dorong Pelestarian Budaya untuk Perkuat Arah Pembangunan