TRIBUNJAKARTA.COM - Sebuah video yang memperlihatkan keributan di dalam gerbong KRL viral di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang pria diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh pria lain.
Tindakan itu pun membuat korban geram sampai memicu aksi dorong-mendorong di dalam kereta.
Dalam rekaman yang beredar, pria yang diduga korban tampak tidak terima dengan tindakan yang dialaminya.
Ia terlibat cekcok dengan terduga pelaku hingga suasana di dalam gerbong menjadi gaduh.
Sejumlah penumpang lain terlihat berusaha melerai agar situasi tidak semakin memanas.
Petugas keamanan yang berada di lokasi kemudian turun tangan untuk memisahkan keduanya.
Kedua pria yang terlibat keributan akhirnya diturunkan di stasiun agar perjalanan kereta dapat melanjutkan perjalanan.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @dramakrlcommuterline dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Tak lama setelah viral, pria yang mengaku sebagai korban memberikan klarifikasi melalui kolom komentar.
"Guys, sorry for crowd, gue juga tahu semua capek, termasuk gue juga capek balik kerja. Tapi, gue dapet abuse man to man. 5 stasiun gue make sure kelamin gue sebelum gue ambil tindakan. So, what do u expect buat bela harga diri lu? Be careful, semua orang bisa kena," tulis korban @ilhamwirakus.
Komentarnya lalu di-pin oleh akun tersebut.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak KAI Commuterline turut memberikan penjelasan.
Mereka menyampaikan bahwa insiden itu terjadi pada 23 April 2026 dan telah ditangani oleh petugas di lapangan.
"Hai, kak. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dapat kami sampaikan kejadian tersebut terjadi pada tanggal 23/4. Penumpang telah ditangani oleh petugas keamanan Stasiun Pasar Minggu dan telah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di pos keamanan Stasiun Pasar Minggu."
Pihak KAI Commuterline juga menegaskan bahwa petugas rutin memberikan imbauan kepada penumpang untuk menjaga ketertiban selama perjalanan.
Petugas juga selalu melakukan patroli guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa.
"Petugas kami senantiasa aktif memberikan imbauan melalui audio perihal adanya larangan membuat kegaduhan di dalam Commuter Line, Walka (petugas pengawalan kerja) juga senantiasa aktif melakukan patroli/mobile guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa. Hal tersebut tentunya membutuhkan kerja sama, dukungan dan peran aktif dari seluruh pengguna agar saling mengingatkan demi kenyamanan dan keamanan bersama. Tks."