Alasan Warga Purworejo Tolak Hadiah Mobil Baru dari Bos Rokok HS, Sempat Bicara Langsung
muslimah April 25, 2026 09:14 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOREJO — Ikut membantu menolong saat terjadi kecelakaan, warga Purworejo mendapatkan tawaran hadiah mobil baru.

Namun ia tetap mendapatkan hadiah sebuah sepeda motor.

Dia adalah Banani Adam, sopir ambulans dari Puskesmas Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Sementaara kejadian kecelakaan yang ia bantu evakuasi adalah kecelakaan lalu lintas di wilayah Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga: Sosok Muhammad Suryo Bos Rokok HS Magelang yang Mangkir Dipanggil KPK, Ini Kasus yang Menjeratnya

Setelah itulah beberapa hari kemudian tawaran hadiah datang.

“Awalnya ditawari mobil baru, tapi saya menolak. Saya merasa itu terlalu besar buat saya,” ujar Adam pada Kamis (23/4/2026).

Peristiwa bermula saat Adam secara kebetulan melintas di lokasi kecelakaan ketika hendak mengantar anaknya kontrol kesehatan ke PKU Gamping.

Ia kemudian diminta warga untuk membantu proses evakuasi korban, termasuk yang terjatuh ke area sungai.

Dengan kendaraan pusling yang ia bawa, Adam membantu menyediakan peralatan evakuasi seperti tandu dan ikut dalam proses pengangkatan korban bersama warga serta relawan lain di lokasi.

Setelah korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wates, Adam melanjutkan perjalanannya tanpa mengetahui identitas orang yang ia tolong.

Beberapa waktu setelah kejadian, pihak keluarga korban berupaya mencari sosok sopir ambulans yang sempat membantu proses evakuasi tersebut.

Pencarian itu dilakukan melalui penelusuran informasi dari lapangan hingga akhirnya identitas Adam berhasil ditemukan.

Adam kemudian dihubungi melalui telepon dan bahkan sempat berbicara langsung dengan Muhammad Suryo.

Dalam percakapan tersebut, Suryo menyampaikan rasa terima kasihnya dan menawarkan hadiah berupa mobil baru.

Namun, Adam memilih menolak tawaran tersebut.

 “Saya membantu itu sudah biasa. Kalau ada kecelakaan, saya hanya berusaha membantu semampunya sampai korban bisa dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Menurut Adam, sebagai sopir pusling, ia memang sering menjumpai situasi darurat di jalan dan terbiasa memberikan pertolongan tanpa memikirkan imbalan.

Penolakan terhadap hadiah mobil itu kemudian direspons dengan tawaran lain yang lebih sederhana.

Suryo menawarkan untuk memberikan sepeda motor kepada Adam sebagai bentuk apresiasi.

Setelah melalui komunikasi lanjutan, Adam akhirnya menerima hadiah tersebut.

Ia mengaku tidak enak jika terus menolak, mengingat pemberian itu merupakan bentuk niat baik dari pihak korban.

Motor jenis Honda Beat tersebut kemudian diserahkan kepada Adam pada Selasa siang, beberapa hari setelah proses komunikasi berlangsung.

Sebelumnya, ia diminta untuk mengirimkan data identitas sebagai bagian dari proses administrasi.

“Awalnya saya tidak menyangka akan seperti ini. Niatnya hanya membantu, tidak berpikir akan mendapat balasan,” ujarnya.

Adam menambahkan, selain dirinya, ada pihak lain yang juga mendapatkan apresiasi serupa karena turut membantu proses evakuasi korban di lokasi kejadian.

Diketahui, kecelakaan yang melibatkan Suryo terjadi di wilayah Temon, Kulon Progo, dan menyebabkan istrinya meninggal dunia.

Sejumlah korban lain mengalami luka dan menjalani perawatan di rumah sakit.

"Usai menawarkan motor pak Haji tanya rokoknya apa, saya jawab Tenor terus disuruh ganti HS," katanya.  (Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.