Kalau Real Madrid-nya Arbeloa Gagal Juara, Salahkan Kebiasaan Kebobolan setelah Menit ke-90
Dwi Widijatmiko April 25, 2026 09:33 AM

CRISTINA QUICLER/AFP
Saat menghadapi Real Betis dalam lanjutan Liga Spanyol, Jumat (24/4/2026), Real Madrid lagi-lagi kebobolan setelah menit ke-90.

BOLASPORT.COM - Peluang Real Madrid menjuarai Liga Spanyol musim ini semakin kecil setelah tim asuhan Alvaro Arbeloa lagi-lagi kebobolan setelah menit ke-90.

Madrid menunjuk Arbeloa untuk menggantikan Xabi Alonso pada 12 Januari lalu.

Namun di tangan mantan bek itu, performa Los Blancos malah memburuk.

Ketika ditinggal Alonso, Madrid menempati peringkat 2 klasemen LaLiga.

Mereka hanya defisit 4 poin dari Barcelona yang berada di posisi pertama.

Sekarang Real Madrid tetap berada di posisi ke-2 di bawah Barca.

Akan tetapi, selisih poin dari rival abadinya itu melebar menjadi 8 angka.

Jarak itu bahkan bisa menjadi 11 poin apabila Barcelona memenangi laga pekan ke-32 melawan Getafe pada Sabtu (25/4/2026).

Madrid sendiri sudah memainkan jornada 32 sehari sebelumnya dan Vinicius Junior dkk. sekali lagi tersandung.

Sempat unggul lebih dulu pada menit ke-17 lewat gol Vini, Madrid melihat Hector Bellerin menyamakan kedudukan di menit ke-90+4.

Kalau Real Madrid kelak gagal menjuarai LaLiga, yang berarti mereka tidak berhasil meraih trofi apa pun pada musim ini, kebiasaan kebobolan setelah menit ke-90 pantas disalahkan.

Pasalnya, sejumlah hasil buruk Madrid-nya Arbeloa terjadi karena kebiasaan tersebut.

Pada 21 Februari lalu, Si Putih kalah 1-2 dari Osasuna dengan gol penentu dicetak oleh Raul Garcia pada menit ke-90.

Ada pula kekalahan 1-2 dari Mallorca pada 4 April lalu di mana Vedat Muriqi menjebol gawang Madrid pada menit ke-90+1.

Kebiasaan kebobolan setelah menit ke-90 ini juga menular ke ajang lain.

Bersama Arbeloa, Madrid tersingkir di babak 16 besar Copa del Rey pada 14 Januari lalu setelah dikalahkan Albacete 2-3.

Gol penentu kemenangan Albacete dicetak oleh Jeffe Betancor di menit ke-90+4.

Jangan lupakan pula kekalahan di babak perempat final Liga Champions dari Bayern Muenchen.

Pada leg kedua, 15 April lalu, Madrid kolaps di menit-menit penghabisan dengan Bayern mencetak 2 gol lewat Luis Diaz di menit ke-89 dan Michael Olise (90+4').

Kebiasaan Real Madrid kebobolan setelah menit ke-90 dibahas oleh Arbeloa dalam jumpa pers setelah laga melawan Real Betis.

"Gol-gol yang kami derita di menit-menit terakhir? Kalau ada alasan yang jelas, kami akan membetulkannya," kata sang juru taktik kepada Marca.

"Ketika Anda bermain dengan skor yang sangat ketat seperti itu, situasi seperti ini dapat terjadi."

"Sangat jelas kami juga tidak memiliki banyak keberuntungan."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.