Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Koreo bergambar Maung dan Singa yang berjabat tangan membuka laga panas antara Persib Bandung dan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api ( Stadion GBLA), Jumat (24/4/2026).
Visual tersebut menjadi simbol kuat hubungan yang kian membaik antara Bobotoh dan Aremania, lengkap dengan pesan “Respect to be Respected” yang membingkai atmosfer persaudaraan di tribune.
Sekitar 29.814 penonton memadati stadion, termasuk lebih dari seribu Aremania yang duduk berdampingan dengan Bobotoh.
Kedua kelompok suporter saling bersahutan menyanyikan chant dukungan, menghadirkan suasana hangat di tengah rivalitas klasik dua tim besar.
Baca juga: Tanpa Ramon Tanque, Persib Bandung Tak Mampu Jebol Gawang Arema, Berat Hadapi Sisa Laga
Pelatih Arema FC, Marcos Santos menilai atmosfer pertandingan di Stadion GBLA sangat istimewa. Ia mengapresiasi kehadiran suporter kedua tim yang dapat berada di stadion secara berdampingan dengan tertib.
“Saya pikir ini luar biasa, bahkan untuk sepak bola dunia. Indonesia memberikan contoh yang sangat baik. Di negara saya, Brasil, hal seperti ini tidak selalu terjadi,” katanya.
Marcos mengungkapkan, timnya bahkan mendapat tepuk tangan dari suporter tuan rumah, sebuah momen yang menurutnya jarang terjadi dalam sepak bola.
“Ini adalah bentuk apresiasi atas kerja keras pemain kami. Suporter kami juga pasti bangga melihat semangat tim. Meskipun tidak menang, mereka pulang dengan perasaan bangga karena melihat dedikasi para pemain,” ucapnya.
Baca juga: Susunan Pemain Persib Bandung vs Arema FC, Teja Paku Alam Jadi Cadangan
Jalannya pertandingan
Di lapangan, Persib langsung tampil dominan sejak menit awal. Tekanan demi tekanan dilancarkan, dengan peluang cepat tercipta melalui Andrew Jung pada menit ke-3, namun masih mampu diamankan kiper Arema, Frigeri.
Sepanjang babak pertama, Maung Bandung terus mengurung pertahanan tamu, termasuk peluang Luciano Guaycochea dan William Barros, tetapi belum membuahkan hasil. Arema sesekali mengancam lewat serangan balik cepat, namun skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Persib semakin meningkat. Berbagai variasi serangan dari sisi sayap hingga tengah terus dicoba, tetapi rapatnya lini pertahanan Arema membuat upaya tersebut kerap mentah. Satu gol sempat tercipta melalui Marc Klok pada menit ke-64, namun dianulir karena offside.
Pelatih Persib melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor, termasuk memasukkan Beckham Putra, Adam Alis, dan Sergio Castel. Meski peluang terus tercipta, penyelesaian akhir menjadi kendala. Frigeri tampil gemilang di bawah mistar, menggagalkan sejumlah peluang emas, termasuk sepakan Beckham di masa injury time.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0. Hasil ini menghentikan rekor sempurna Persib di kandang setelah sebelumnya meraih 14 kemenangan beruntun di GBLA.
Arema menjadi tim pertama yang mampu mencuri poin sekaligus menjaga gawang tetap tanpa kebobolan di stadion tersebut musim ini.
Tambahan satu poin membuat Persib tetap memimpin klasemen sementara dengan 66 poin, unggul tipis dari Borneo FC di posisi kedua dengan 63 poin. Persaingan menuju gelar pun semakin ketat di sisa laga musim ini, terlebih malam ini Borneo akan melawan Semen Padang. (*)