SURYA.co.id - Persebaya Surabaya menutup kemenangan bersejarah atas Malut United dengan momen kebersamaan.
Usai menang 0-2 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Kamis (23/4/2026), skuad Bajol Ijo memenuhi undangan spesial dari Alfan Suaib, pemain muda asal Ternate yang kini memperkuat Persebaya.
Kunjungan ke rumah Alfan Suaib menjadi penutup hangat setelah laga penuh tensi. Meski tidak masuk daftar skuad karena cedera, Alfan tetap menunjukkan perannya dengan cara berbeda.
Sehari sebelum pertandingan, Alfan menghubungi tim operasional Persebaya. Ia mengundang seluruh anggota tim untuk makan malam bersama di rumah keluarganya.
Undangan itu disambut hangat oleh para pemain dan staf pelatih. Seusai briefing dari Bernardo Tavares, rombongan langsung menuju kediaman Alfan.
Baca juga: Bonek Kritik Pedas Pedro Matos Usai Persebaya Surabaya Kalahkan Malut United 2-0
Suasana di rumah Alfan terasa akrab. Hidangan khas Ternate seperti kepiting, ikan bakar, dan papeda tersaji di meja makan.
Coach Tavares mengaku sangat menikmati jamuan tersebut.
“Terima kasih, makanannya enak sekali. Terutama kepiting, saya sangat suka,” ujarnya kepada keluarga Alfan dikutip SURYA.co.id dari laman Persebaya.
Asisten pelatih Paulo Duarte juga memberi kesan positif. “Bagi saya, kepiting dan cuminya luar biasa,” ucapnya dengan antusias.
Para pemain asing seperti Francisco Rivera, Mihailo Perovic, dan Milos Raickovic tampak lahap menikmati papeda. Momen ini menjadi pengalaman baru bagi mereka.
Trio Brasil, Bruno Paraiba, Gustavo Fernandes, dan Jefferson, terlihat santai menikmati suasana rumah Alfan. Kebersamaan ini memperkuat ikatan tim di luar lapangan.
Warga sekitar dan Bonek di Ternate turut hadir. Mereka berfoto bersama pemain dan berbagi kebahagiaan atas kemenangan Persebaya.
Malam itu, kemenangan terasa lebih dari sekadar hasil pertandingan. Ada kehangatan, kebersamaan, dan energi baru yang menyatukan tim.
Alfan Suaib lahir di Ternate pada 24 Maret 2004. Pemain berusia 21 tahun ini berposisi sebagai sayap kanan dengan kaki dominan kanan.
Sejak kecil, Alfan menekuni sepak bola di SSB Binter. Ia juga sempat berlaga di Liga TopSkor Indonesia pada 2021.
Baca juga: Jadwal Persebaya Berikutnya Setelah Kalahkan Malut United, Bajol Ijo Siap Hadapi Arema FC
Potensinya membuat ia bergabung dengan Persebaya U-20. Ia tampil di EPA U-20 musim 2022/2023 dengan catatan yang menjanjikan.
Debut seniornya terjadi di Liga 1 2023/2024. Saat itu, ia mencatat tiga penampilan dengan total 27 menit bermain.
Musim Super League 2025/2026, Alfan mencatat dua penampilan dengan kontribusi satu gol. Gol debutnya tercipta saat melawan Bali United pada 9 Februari 2026.
Gol tersebut menjadi bagian dari kemenangan bersejarah Persebaya. Alfan menunjukkan kualitasnya meski masih berusia muda.
Perannya di tim bukan hanya sebagai pemain. Dalam kondisi cedera, ia tetap menjaga kebersamaan dengan mengundang tim ke rumahnya.
Kehadirannya memberi energi positif bagi skuad. Dukungan keluarga dan masyarakat Ternate memperkuat ikatan emosional tim.
Alfan menjadi simbol kebanggaan lokal. Kehadirannya di Persebaya memperlihatkan potensi besar pemain daerah.
Dengan semangat dan dedikasi, Alfan diharapkan kembali pulih dan memberi kontribusi lebih besar di lapangan
Kemenangan atas Malut United menjadi momen bersejarah. Untuk kali pertama, Persebaya membawa pulang tiga poin dari Ternate.
Gol Milos Raickovic pada menit ke-73 dan Francisco Rivera pada menit ke-90+1 memastikan kemenangan 2-0. Kedua pemain tampil gemilang dan menjadi penentu hasil.
Milos bahkan dinobatkan sebagai man of the match. Ia mencatat tiga tekel, satu sapuan, dan satu gol yang mengangkat kepercayaan diri tim.
Francisco Rivera kembali menunjukkan kepemimpinannya. Tandukan golnya menegaskan peran vital sebagai kapten di momen krusial.
Bernardo Tavares menilai kemenangan ini hasil kerja keras tim. “Kami sudah tahu ini akan menjadi laga sulit. Malut adalah tim dengan kualitas individu bagus. Kami harus bekerja keras sepanjang pertandingan,” katanya.
Secara klasemen, Persebaya kini mengoleksi 45 poin dari 29 laga. Mereka berada di posisi keenam, hanya terpaut satu poin dari Malut United di peringkat kelima.
Persaingan papan atas semakin ketat. Bhayangkara FC di posisi keempat hanya unggul dua poin dari Persebaya.
Jadwal berikutnya, Persebaya akan menghadapi Arema FC pada Selasa (28/4/2026). Laga klasik ini menjadi ujian konsistensi sekaligus sarat gengsi.
Tavares menekankan pentingnya mentalitas kuat menghadapi Arema. “Kami perlu terus berusaha meraih lebih banyak poin dan berada di puncak klasemen,” ujarnya.
Dengan kondisi skuad yang mulai bangkit, Persebaya optimistis menghadapi laga berikutnya. Dukungan penuh Bonek menjadi energi tambahan untuk tim.