TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Sorakan penonton memecah malam di Kafe Sulak Story, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (24/4/2026), saat Menteng Night Championship (MNC) Vol 2 digelar sebagai wadah bagi para petarung untuk tampil di hadapan publik.
Di bawah sorot lampu yang mengarah ke ring, para petarung saling beradu pukulan dan tendangan. Area di sekitar arena dipadati penonton, sebagian berdiri di tepi pembatas, sementara lainnya mengabadikan momen dengan ponsel.
Setiap serangan yang mendarat langsung disambut sorakan, menciptakan suasana pertandingan yang panas dan penuh tensi.
Ajang ini menjadi ruang bagi para petarung untuk menyalurkan kemampuan yang selama ini diasah dalam latihan, sekaligus mendekatkan olahraga bela diri kepada masyarakat.
Salah satu panitia, Wirangga menyebut, tujuan diadakannya MNC adalah masih terbatasnya event dapat menjadi wadah bagi para petarung untuk tampil.
“Kadang petarung ini hanya latihan, tapi tidak ada event. Padahal mereka butuh wadah untuk tampil,” ujarnya, disela pertandingan.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa bela diri merupakan olahraga yang memiliki teknik, aturan, serta menjunjung tinggi sportivitas.
“Jangan cuma berani berantem. Ini olahraga, ada teknik, ada aturan, ada sportivitas,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, MNC menggunakan konsep “MNC Striking”, yakni olahraga bela diri kontak penuh dengan aturan tersendiri.
Meski sekilas menyerupai kickboxing, konsep ini tidak sepenuhnya sama karena menggunakan aturan yang dikembangkan secara mandiri oleh penyelenggara.
Konsep ini diterapkan agar petarung dari berbagai latar belakang, seperti tinju, MMA, hingga bela diri lainnya, dapat bertanding dalam satu aturan yang sama.
Wirangga menambahkan, penggunaan aturan tersebut bertujuan untuk mengakomodasi berbagai latar belakang petarung.
“Kalau pakai aturan boxing, tidak semua petarung bisa masuk. Kalau kickboxing juga begitu. Di sini ada yang dari MMA, ada juga dari bela diri lain, jadi kita gabungkan supaya bisa masuk semua,” jelasnya.
Ia menambahkan, ajang ini merupakan penyelenggaraan kedua dan ke depan diharapkan dapat berkembang dengan sistem dan aturan yang lebih mandiri.
“Ke depan kita ingin punya aturan sendiri dan berdiri sendiri,” ujarnya.
MNC Vol 2 diikuti total 12 petarung yang bertanding dalam enam pertandingan. Dari jumlah tersebut, satu laga merupakan kategori putri.
Peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya Palangka Raya, Barito Utara, Kotawaringin Timur, hingga Kalimantan Selatan.
Baca juga: Kuntau Bangkui Salamat, Bela Diri Dayak Sampit Kotim Kalteng Bertahan Lintas Generasi
Baca juga: Tumbuk Hatampar Palangka Raya 2025, Olahraga Garang Lawan Tantangan di Ring Licin
Sementara itu, Ketua Kickboxing Kota Palangka Raya, Alman P Pakpahan, turut hadir dan menyampaikan dukungan di atas ring di sela-sela pertandingan.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi serta mengarahkan kemampuan ke jalur yang lebih baik.
“Melalui event ini, anak-anak muda punya potensi untuk menjadi atlet dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Ia berharap ke depan semakin banyak petarung muda yang berkembang dan mampu berprestasi hingga ke tingkat nasional.