Pamor Jamu Jadi Salah Satu Magnet Penarik Wisatawan
GH News April 25, 2026 11:08 AM
Jakarta -

Dewasa ini jamu pamornya masih belum sebesar minum trendi yang sering diminum oleh generasi sekarang, misalnya green tea. Padahal jamu punya peran besar dalam berbagai aspek.

Dalam sebuah agenda talkshow di Dwangsa9, The 1O1 Sedayu Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (24/4). Jamu bukan cuma sajian minuman yang telah lama berdampingan bersama keluarga di Indonesia sejak dulu, tapi jamu sebetulnya merupakan budaya yang berharga bagi Indonesia.

Menurut akademisi dari Politeknik Sahid Jakarta, Rita Ritasari, mengatakan jamu di masa sekarang ini adalah bagian penting dari pariwisata berkelanjutan. Karena dari budaya tradisional ini mampu menarik perhatian dari wisatawan mancanegara.

"Jadi kalau dibilang secara gastronomi, ini sangat relevan. Karena kalau di sini kita melihat pariwisata berkelanjutan tentunya itu akan mencakup ekonomi kreatif hingga kesehatan holistik, semua relevan dengan wellness tourism global," ujar Rita.

Pemanfaatan bahan baku lokal yang tradisional juga menjadi hal lainnya dalam menjadi sebuah daya tarik pariwisata, seraya mendorong pelestarian lingkungan. Rita menyebut proses itu sejalan dengan yang diamanahkan oleh UN Tourism.

"Jadi sejalan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan, itu menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi," lanjutnya.

Ia juga menceritakan bagaimana kearifan lokal, dalam hal ini jamu, mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Dari penuturannya banyak wisatawan di antaranya dari Jepang yang senang mencoba jamu.

Diskusi tentang budaya jamu di The 1O1 Sedayu DharmawangsaDiskusi tentang budaya jamu di The 1O1 Sedayu Dharmawangsa Jakarta. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Oleh karenanya, Rita mengingatkan bahwa jamu sebagai identitas ini perlu sekali untuk dilestarikan. Selain karena menjadi budaya turun temurun dari zaman dahulu, relevansinya di hari ini juga sebagai daya tarik pariwisata yang nantinya punya dampak positif terhadap lingkungan.

"Banyak sekali wisatawan modern sekarang justru dari mancanegara yang saya tahu itu suka dengan jamu kita. Saya beberapa kali ke sini banyak orang-orang Jepang yang suka dengan jamu kita," ungkapnya.

Sementara itu, pariwisata juga erat kaitannya dengan akomodasi. Dan akomodasi hari ini juga mencoba menghadirkan pengalaman yang sejalan dengan pariwisata berkelanjutan.

Sebagai contohnya di restoran milik The 1O1 Sedayu Dharmawangsa yang menghadirkan sajian jamu omakase, yang mana pengunjung dibawa untuk merasakan jamu dengan level yang lebih kekinian.

Corporate Brand & Marcom Manager PHM Hotels, Greta Indri, menjelaskan bahwa saat ini sektor akomodasi juga mencoba untuk lebih menonjolkan sesuatu yang bermakna, alih-alih sekadar fasilitas yang mutakhir.

"Kami melihat bahwa hospitality hari ini bukan hanya tentang tempat menginap, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat menghadirkan pengalaman yang memiliki makna. Melalui pendekatan culture-led experience dan storytelling, kami ingin membawa budaya Indonesia termasuk jamu ke dalam ruang yang lebih relevan dan engaging, terutama bagai generasi saat ini," jelas Greta.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.