Lawan Rendahnya Minat Baca, PKBM Bravostar Mataloko Gencarkan Lomba Literasi
Apolonia Matilde April 25, 2026 11:19 AM

 

POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Menyongsong Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei 2026, PKBM Bravostar Mataloko, Kabupaten Ngada, menggelar berbagai lomba literasi dan numerasi bagi warga belajar.

Kegiatan ini berlangsung di Halaman PKBM Bravostar Mataloko dan dihadiri langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Ngada, Blandina Mamo, Jumat (24/4/2026).

PKBM Bravostar Mataloko dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan nonformal yang berkontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Ngada. Sejak berdiri pada tahun 2017, lembaga ini telah melahirkan ratusan lulusan yang kini mengabdi di berbagai instansi.

Lembaga ini menyelenggarakan pendidikan nonformal melalui Paket A, B, dan C. Selain itu, PKBM Bravostar juga mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai sarana menyebarkan budaya literasi di tengah masyarakat.

Kegiatan peningkatan literasi ini berlangsung selama dua hari dengan berbagai jenis lomba, di antaranya membaca puisi bertema sampah, pidato dengan tema menurunnya minat baca masyarakat, serta lomba musik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan literasi serta numerasi warga belajar di PKBM Bravostar,” ujar pelaksana kegiatan, Yustina Wengo.

Bunda Literasi Ngada, Blandina Mamo, mengapresiasi peran PKBM Bravostar Mataloko dalam menyediakan wadah pendidikan bagi masyarakat yang mengalami hambatan mengakses pendidikan formal.

Ia berharap lembaga ini terus melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter. Dalam kesempatan tersebut, Blandina juga mendorong warga belajar untuk menumbuhkan minat baca sebagai kunci peningkatan literasi.

Menurutnya, di tengah kemajuan teknologi yang serba instan, membaca buku tetap menjadi cara efektif untuk memperoleh pengetahuan secara mendalam.

“Saya mendorong adik-adik sekalian untuk terus belajar melalui membaca, menulis, dan berhitung agar memiliki kemampuan memahami pengetahuan secara utuh, tidak sepotong-sepotong,” ujarnya.

Ia juga mengajak para guru untuk aktif membimbing siswa melalui penugasan yang mendorong mereka mencari referensi di perpustakaan.

“Para guru diharapkan memberikan tugas yang mengarahkan siswa untuk mencari bahan di perpustakaan, baik di tingkat kabupaten, kelurahan, maupun desa,” tambahnya.

Sementara itu, Pendiri PKBM Bravostar, Benediktus Lagho, menyampaikan bahwa meskipun merupakan lembaga pendidikan nonformal, PKBM Bravostar tetap berkomitmen mencetak lulusan yang memiliki keterampilan dan daya saing di dunia kerja.

Warga belajar didorong untuk menguasai keterampilan dasar seperti penggunaan Microsoft Word dan Excel yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

“Karena itu sangat dibutuhkan di dunia kerja, mereka harus mahir menggunakan Word dan Excel,” jelas Benediktus.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi membaca dan menulis warga belajar.

Menurutnya, pihak tutor melakukan pendampingan intensif dengan rasio satu tutor membimbing empat hingga lima peserta, serta mengidentifikasi kemampuan dasar siswa.

“Kami menerapkan program ‘sarapan baca’ selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca, terutama bagi yang masih belum lancar,” ungkapnya.

Para tutor juga terus melakukan evaluasi berkelanjutan guna mengatasi kelemahan siswa dan meningkatkan kemampuan mereka.

“Kami berharap adanya kolaborasi dengan pemerintah kabupaten serta pemberdayaan TBM di setiap desa untuk memperkuat gerakan literasi,” tutup Benediktus.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan lomba baca puisi dan pidato bertema sampah serta kemerosotan minat baca. (cha)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.