Mantan Tentara AS Desak Trump Damai dengan Iran, Khawatir Kekalahan di Irak-Afghanistan Terulang
Nathanael MoerRahardian April 25, 2026 12:57 PM

- Veteran militer Amerika Serikat (AS) yang bertugas di Irak dan Afghanistan menggelar demo di Washington, Jumat (24/4/2026).

Mereka memprotes keterlibatan AS dalam konflik melawan Iran karena mengingatkan pengalaman pahit perang di masa lalu.

Para veteran menilai, perang hanya meninggalkan luka abadi bagi para prajurit dan masyarakat secara luas.

Mereka memperingatkan bahwa intervensi saat ini berisiko mengulangi konflik-konflik yang dipimpin AS sebelumnya di Timur Tengah.

Pejabat urusan veteran Steve Friday menggambarkan situasi tersebut sebagai kasus deja vu yang benar-benar terjadi.

"Kita memiliki banyak veteran yang sangat trauma saat ini, melihat hal ini terjadi lagi… dan jika kita tidak memiliki sumber daya untuk mendukung mereka, itu akan menjadi bencana," kata Friday.

Mereka lantas menyerukan deeskalasi dan penghentian konflik dengan Iran secara total.

"Damai di Iran, akhiri sekarang juga!" demikian bunyi poster yang dibawa demonstran.

Kekhawatiran yang diungkapkan oleh para veteran mencerminkan warisan kampanye militer AS sebelumnya.

Menurut perkiraan, hampir 7.000 anggota militer AS tewas dalam perang di Irak dan Afghanistan, dengan puluhan ribu lainnya terluka.

Konflik-konflik tersebut juga mengakibatkan ratusan ribu kematian secara keseluruhan, termasuk warga sipil.

Para veteran menggambarkan perang AS dengan Iran baru-baru ini ilegal.

Mereka khawatir kekalahan di Irak dan Afghanistan bisa terulang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.