Renungan Harian Katolik Sabtu 25 April 2026, "Kuasa Ilahi Tuhan: Kesukaan Orang Beriman Tangguh"
Eflin Rote April 25, 2026 11:19 AM

Renungan Harian Katolik
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Sabtu, 25 April 2026

Pesta Santo Markus, Penulis Injil
KUASA ILAHI TUHAN: KESUKAAN ORANG BERIMAN TANGGUH
(1Ptr. 5:5b-15; Mzm. 89:2-3.6-7.16-17; Mrk. 16:15-20)

Tendensi dasar manusia ialah memiliki kekuatan super dalam diri. Ia tentu berupaya menghindari sebutan lemah, tak berdaya, dan kurang enerjik.

Kompensasinya ialah ia melatih diri agak kuat secara fisik, ia belajar tekun mengasah inteleknya, berwibawa dan tampak agak elegan, bekerja keras agar mandiri baik ekonomi maupun finansialnya.

Secara spiritual mengimpikan kekuatan raksasa melawan iblis. Dorongan superioritas yang kuat dalam diri sering memaksa dia sulit mengendalikan diri, bersikap pongah, ingin sempurna, sehingga bisa kehilangan kebajikan kesabaran dan kerendahan hati. 

Penginjil Markus dalam Injilnya menampilkan tugas utama seorang murid dan kuasa ilahi Tuhan sendiri yang menyertai. Tugas utama dan terutama seorang murid ialah mewartakan Injil ke segala penjuru dunia.

Demi efektifitas misi keselamatan ini, Yesus memberi kuasa untuk digunakan melawan si iblis sebagai penguasa kefanaan dalam dunia ini. Ketika dalam kondisi sulit dan berbahaya kuasa itu juga bisa dimanfaatkan.

Para murid diberi wewenang istimewa untuk menggunakan kuasa ilahi Tuhan. Mereka bisa membuat mukjizat secara langsung seperti penyembuhan orang sakit, prngusiran roh-roh jahat yang membelenggu hidup manusia dan perlindungan terhadap setiap bahaya yang mengancam. 

Yesus berkuasa besar baik di Surga maupun di bumi, karena Ia rela mengosongkan diri dengan  membiarkan kuasa Allah boleh mengalir masuk dalam Diri-Nya.

Para murid juga tampak begitu mudah menggunakan kuasa Tuhan karena hanya mengandalkan kekuatan Dia saja dan bersama Yesus, tak perlu cemas, ragu dan takut akan maut yang dipicu oleh iblis. 

Santo Petrus sang rasul beriman batu karang, oleh bimbing Roh Kudus menjadi seorang beriman kokoh yang patut dibanggakan dalam sejarah keselamatan umat manusia. Sekali pun memiliki kuasa penuh dari Tuhan Yesus, ia tidak sombong.

Ia sungguh mengikuti teladan suci Sang Guru. Ia menegaskan dalam pengajarannya agar para murid tetap setia dan setiap orang yang percaya untuk selalu rendah hati dan menyerahkan semua kekhawatiran kepada-Nya.

Tetap waspada terhadap godaan setan yang menyesatkan. Sikap rendah hati dan waspada memiliki keampuhan tersendiri bagi seorang  beriman untuk mengikuti arahan Roh Kudus di mana keselamatan di atas segala sesuatu.

Allah tidak berkenan kepada  kecongkakan. Allah mengasihi setiap pribadi  beriman yang rendah hati. Sebab musuh utama iman yang perlu digempur ialah si setan. Setan hanya takluk di bawah kaki orang beriman yang rendah hati dan selalu hati-hati. 

"Rendahkan dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat supaya pada waktunya kamu ditinggikan oleh-Nya." (1Ptr. 5:6).

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Berbahagialah bangsa-bangsa yang tahu bersorak-sorai,ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu: karena nama-Mu mereka bersorak-sorai, dan karena keadilan-Mu mereka bernegah-megah." (Mzm. 89:16-17). Dalam nama Yesus bertekuk lutut semua  makhluk hidup.

Tuhan menghendaki agar kuasa ilahi-Nya digunakan untuk saling membantu teristimewa mereka susah, menderita dan terpinggirkan.

Hanya kepada mereka misi kita tujukan, sambil juga terus mengajak sesama yang telah tersesat, untuk kembali ke jalan yang benar.

Kuasa setan biasa dipakai manusia beriman separuh. Kompetisi, saling pamer kekuatan dan aneka kejahatan lainnya terjadi karena kuasa besar Allah terabaikan. Setiap kita  perlu menjadi pencinta kuasa ilahi Tuhan, agar kita mengandalkan Tuhan dalam hidup dan bukan kekuatan si iblis yang membinasakan.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. Santo Markus, Penulis Injil mendoakan selalu. (RP. FF. Arso Kota, Sabtu/Pekan III Paskah/A/II, 250426)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.