TRIBUNNEWS.COM - Perjuangan tim Indonesia di ajang Uber Cup 2026 akan dimulai pada Sabtu (25/4/2026), di Horsens, Denmark.
Lawan perdana Indonesia adalah Kanada yang termasuk dalam daftar kuda hitam.
Kekuatan Kanada barangkali tak sedalam dan merata seperti Indonesia.
Namun mereka tetap menyimpan kemungkinan memberikan kejutan tak menyenangkan kepada srikandi bulu tangkis Tanah Air.
Untuk itu, kapten tim Indonesia di Uber Cup kali ini, Putri Kusuma Wardani, memberikan pernyataan tegas.
Baca juga: Baru Indonesia dan China yang Mampu Kawinkan Gelar Thomas dan Uber Cup
Ia mengingatkan soal target yang ingin diraih selama tampil di ajang beregu ini.
Tim putri Indonesia diharapkan bisa menjadi pemuncak Grup C.
Bersaing dengan Kanada, Taiwan, dan Australia bakal menjadi pembuktian kekuatan yang sebenarnya bagi Indonesia.
Kekuatan ketiga lawan ini bisa dibilang belum termasuk yang tertinggi yang bakal dihadapi nanti.
Pertandingan di fase grup seperti ini bisa menjadi ajang yang tepat untuk segera nyetel dan on fire selama berada di lapangan.
"Karena kami ingin juara grup, jadi lawan Kanada, Australia maupun Taiwan semua sangat penting," kata Putri KW dikutip dari akun X PBSI.
"Tapi sekarang fokusnya adalah mendapat hasil yang baik di pertandingan pembuka," sambungnya.
Dalam perebutan piala bergengsi Uber Cup 2026, Indonesia membuat langkah berani dengan memboyong tunggal putri muda.
Dari empat nama yang dibawa, dua di antaranya adalah debutan yang siap main tanpa beban yakni Ni Kadek Dhinda dan Thalita Wiryawan.
Bersama Putri Kusuma Wardani dan Ester Nurumi yang sudah lebih dulu mengecap asam garamnya turnamen beregu, Dhinda dan Thalita menjadi kepingan puzzle penting bagi Merah Putih.
Status sebagai pendatang baru bukan berarti tanpa taji. Keduanya datang ke Denmark membawa modal prestasi yang membuat lawan patut waspada.
Pemilihan Thalita Wiryawan ke dalam skuad inti bukanlah sebuah perjudian tanpa alasan. Grafis prestasinya setahun terakhir menanjak.
Thalita membuktikan kualitasnya dengan memborong berbagai gelar internasional sepanjang 2025.
Mulai dari podium tertinggi di Astana International Challenge hingga menaklukkan turnamen di benua Afrika melalui gelar Cameroon International dan JE Wilson Ghana International.
Tak berhenti di situ, ia juga berjaya di tanah air dengan merebut gelar International Challenge di dalam negeri.
Konsistensi ini membawa peringkat dunianya melesat ke posisi 64 dunia.
Angka ini menjadi bukti bahwa Thalita memiliki kapasitas teknis yang mumpuni untuk bersaing di level tertinggi.
Di sisi lain, Dhinda membawa bekal pengalaman bertanding di level World Tour yang impresif.
Dhinda mencuri perhatian saat berhasil menembus babak semifinal turnamen BWF Super 300, Korea Masters 2025.
Tren positif tersebut berlanjut hingga awal tahun 2026 ini, di mana ia baru saja mengamankan posisi semifinalis di Ruichang China Masters.
Dengan status sebagai juara Indonesia Masters II 2024, Dhinda memiliki mentalitas petarung yang sudah teruji di depan publik sendiri.
(Tribunnews.com/Guruh, Niken)