Anjing yang Diduga Terpapar Rabies Ngamuk Gigit 18 Warga di Bali
Hari Susmayanti April 25, 2026 01:03 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BULELENG - Seekor anjing yang diduga terpapar rabies menggigit 18 orang di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali.

Seluruh korban gigitan anjing tersebut langsung mendapatkan vaksin antirabies untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara anjing yang menggigit belasan warga tersebut hingga saat ini belum tertangkap.

Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna menghindari serangan serupa.

Dikutip dari Kompas.com, serangan anjing yang diduga terpapar rabies tersebut terjadi pada Kamis (23//4/2026) lalu.

Para korban diserang oleh seekor anjing yang sama di beberapa lokasi pemukiman warga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Sucipto, mengatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. 

"Semua divaksin anti rabies. Tidak ada yang masuk kategori risiko tinggi," ujar Sucipto saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026) di Buleleng.

Adapun proses vaksinasi terhadap warga yang tergigit anjing dilaksanakan di empat layanan kesehatan.

Rinciannya di Puskesmas Buleleng 3, tiga orang di Puskesmas Buleleng 1, dan satu orang di RSU Giri Emas.

Dari total korban, dua di antaranya merupakan anak-anak berusia 10 tahun dan 5 tahun.

"Sebagian besar digigit di kaki dan tangan," kata dia.

Sementara itu Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Mahendra, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui dari unggahan warga di media sosial.

"Kami cross check, ternyata kejadiannya dari pagi terus meningkat sampai malam," ujar Mahendra.

Ia menjelaskan, anjing tersebut menggigit warga di sejumlah lokasi, mulai dari Jalan Pulau Samosir, Jalan Pulau Komodo, hingga kawasan permukiman.

Baca juga: Gempur Rokok Ilegal, Tim Gabungan Sita 6.375 Bungkus Rokok Tanpa Cukai di Gunungkidul

Apa itu Rabies

Rabies (atau yang sering kita kenal dengan istilah Penyakit Anjing Gila) adalah penyakit infeksi mematikan pada otak dan sistem saraf pusat.

Penyakit ini disebabkan oleh virus Lyssavirus yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis).

1. Bagaimana Cara Penularannya?

Virus rabies terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi.

Penularan terjadi melalui:

  • Gigitan hewan peliharaan atau hewan liar.
  • Air liur yang mengenai luka terbuka atau selaput lendir (seperti mata atau mulut).

2. Hewan Apa Saja yang Membawa Rabies?

Meskipun identik dengan anjing, rabies juga bisa dibawa oleh:

  • Hewan peliharaan: Anjing (penyumbang 99 persen kasus pada manusia), kucing, dan kera.
  • Hewan liar: Kelelawar, musang, dan rubah.

3. Gejala pada Manusia

Gejala awal biasanya mirip flu biasa, namun akan berkembang menjadi sangat mengerikan:

  • Demam dan sakit kepala.
  • Rasa gatal atau kesemutan di area bekas gigitan.
  • Hidrofobia (takut air): Penderita merasa tercekik atau kejang otot leher saat melihat atau mencoba minum air.
  • Fotofobia (takut cahaya) dan takut angin.
  • Gelisah, halusinasi, hingga koma.

4. Mengapa Sangat Berbahaya?

Rabies adalah penyakit dengan tingkat kematian hampir 100 persen jika gejalanya sudah muncul.

Artinya, begitu seseorang mulai merasa takut air atau menunjukkan gejala saraf, medis hampir tidak bisa melakukan apa-apa lagi.

5. Langkah Darurat Jika Digigit Hewan

Jangan menunggu gejala muncul! Lakukan langkah ini segera:

  • Cuci Luka: Segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit. Sabun dapat menghancurkan lapisan lemak pada virus rabies.
  • Beri Antiseptik: Gunakan alkohol 70 persen atau obat merah (povidone iodine).
  • Lapor ke Puskesmas/RS: Segera ke pusat kesehatan untuk mendapatkan VAR (Vaksin Anti Rabies) atau SAR (Serum Anti Rabies).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.