TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng menyoroti lemahnya publikasi sejumlah cabang olahraga (cabor).
Kondisi ini dinilai membuat banyak prestasi atlet belum dikenal luas oleh masyarakat.
Ketua Harian KONI Buleleng, Putu Nova A. Putra, menyebut capaian atlet kerap tidak terdokumentasi dengan baik karena minimnya pengelolaan kehumasan di tingkat cabor.
"Banyak atlet kita berprestasi, tapi tidak terpublikasikan. Ini yang ingin kami benahi," tegas Nova, Kamis 23 April 2026.
Baca juga: KONI Buleleng Bali Siapkan Sponsorship Untuk Atlet, Akui Anggaran Terbatas
Menurutnya, di era digital saat ini humas bukan lagi pelengkap, melainkan ujung tombak organisasi.
Tanpa publikasi yang kuat, prestasi olahraga berpotensi tidak berdampak terhadap peningkatan dukungan publik maupun sponsor.
Karena itu, KONI Buleleng mulai melakukan pembenahan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan dan IT. Kegiatan ini berlangsung dua hari, diikuti 48 cabang olahraga.
"Ke depan kami ingin semua cabor punya sistem informasi yang jelas, aktif di media sosial, dan mampu menyampaikan kegiatan secara cepat dan menarik," ujarnya.
Nova menegaskan, pengurus cabor tidak cukup hanya fokus pada pembinaan atlet, tetapi juga harus mampu membangun citra organisasi.
Menurutnya, publikasi yang kuat membuka peluang dukungan dari masyarakat.
"Ini penting untuk kemajuan olahraga Buleleng," imbuhnya.