BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pangkalpinang terus memperluas program pembinaan yang positif bagi warga binaan melalui sinergi dengan berbagai pihak.
Salah satunya menjalin kerja sama dengan Kelurahan Tuatunu Indah di bidang pertanian dan perkebunan.
Perjanjian kerja sama (PKS) ini ditandatangani di Kantor Camat Gerunggang, Jumat (24/4/2026) sore.
Langkah ini dilakukan sebagai komitmen lapas salam menghadirkan wajah Pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
"PKS ini menjadi wujud komitmen kami dalam menghadirkan Lapas yang humanis dan produktif, melalui kegiatan pertanian dan perkebunan, guna membentuk keterampilan dan kemandirian Warga Binaan dan masyarakat," kata Kalapas Kelas II A Pangkalpinang Sugeng Indrawan, Sabtu (25/4/2026).
Lapas Kelas II A Pangkalpinang menetapkan Kelurahan Tuatunu Indah sebagai kelurahan binaan Lapas Pangkalpinang di sektor pertanian dan perkebunan.
Sugeng Indrawan mengharapkan kerja sama ini menjadi sarana asimilasi kerja bagi Warga Binaan, pengembangan keterampilan, penguatan kemandirian ekonomi, serta peningkatan peran masyarakat dalam proses pembinaan.
"Kami berharap sinergi ini menjadi sarana bagi Warga Binaan dan petani Kelurahan Tuatunu Indah untuk memperoleh pengalaman kerja serta bekal keterampilan guna mewujudkan kehidupan yang lebih mandiri," ucapnya.
Sementara itu, Lurah Tuatunu Indah, Iwan Bernadi, turut menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut sebagai bentuk kolaborasi positif antara pemerintah kelurahan dan Pemasyarakatan.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk dukungan Lapas Pangkalpinang untuk menjadikan Kelurahan Tuatunu Indah sebagai potret pembinaan Warga Binaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung reintegrasi sosial yang produktif,” ungkap Iwan.
Sementara Camat Gerunggang, Richard Syam, menilai sinergi lintas instansi seperti ini sangat penting dalam memperkuat pembinaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Kami berharap kerja sama ini, dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Program ini bukan hanya tentang pembinaan di dalam Lapas," kata dia.
"Tetapi juga tentang membangun harapan, keterampilan, serta kesiapan Warga Binaan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat yang mandiri dan produktif," ujarnya.
Apalagi, melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dalam mendukung pembinaan Warga Binaan yang mandiri dan produktif.
Sekaligus sebagai implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, di bidang kemandirian pangan melalui program pertanian. (Bangkapos.com/Adi Saputra)