Sebulan Bertahan dari Luka Parah, Praka Rico Pramudia Akhirnya Hembuskan Napas Terakhir di Beirut
Hari Susmayanti April 25, 2026 01:03 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, ACEH - Duka kembali menyelimuti keluarga besar TNI. Salah satu prajurit terbaik TNI yang terluka dalam misi perdamaian dunia bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, Praka Rico Pramudia gugur.

Praka Rico Pramudia sebelumnya terluka parah saat serangan proyektil yang menghantam pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.

Prajurit TNI yang bertugas di Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL di Lebanon Selatan itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit St. George di Beirut dengan menggunakan helikopter.

Suami dari Yulia Putri tersebut sempat menjalani perawatan intensif selama satu bulan.

Namun takdir berkata lain, pada Jumat (24/4/2026) kemarin, Praka Riko menghembuskan nafas terakhirnya.

Gugurnya Praka Riko menambah panjang daftar prajurit TNI yang gugur di Lebanon.

Sebelumnya, tiga prajurit TNI yakni Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon gugur di Lebanon.

Baca juga: Gempur Rokok Ilegal, Tim Gabungan Sita 6.375 Bungkus Rokok Tanpa Cukai di Gunungkidul

Profil singkat Praka Rico Pramudia

Praka Rico Pramudia merupakan prajurit TNI AD berpangkat Prajurit Kepala (Praka) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL di Lebanon Selatan.

Ia berusia 31 tahun dan menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah konflik tersebut .

Praka Rico meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih balita.

Rico diketahui telah menikah dengan Yulia Putri pada 27 November 2019.

Istrinya aktif dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting 4 Yonif 114 Cabang XIII PD Iskandar Muda, Aceh . 

Rico juga diketahui kerap membagikan pesan-pesan keagamaan melalui media sosial, termasuk ajakan untuk menjalankan ibadah dan berbuat kebaikan. 

Rico mengalami luka berat akibat serangan proyektil yang menghantam pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026 .

Dalam insiden tersebut, sejumlah prajurit TNI menjadi korban, dengan Rico mengalami luka paling serius.

Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit St. George di Beirut menggunakan helikopter untuk mendapatkan perawatan intensif.

Setelah menjalani perawatan selama hampir satu bulan, Rico dinyatakan meninggal dunia.

Bagian dari misi perdamaian dunia

Sebagai bagian dari Kontingen Garuda, Praka Rico Pramudia menjalankan tugas dalam misi perdamaian PBB yang bertujuan menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Lebanon Selatan.

Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa gugurnya Rico menjadi duka mendalam, mengingat pengabdiannya dalam menjalankan tugas negara di luar negeri.

"Gugurnya Praka Rico Pramudia dalam pelaksanaan misi perdamaian dunia bersama UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi duka yang mendalam. Almarhum wafat setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialami dalam penugasan," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan, dikutip dari Antara, Sabtu (25/4/2026). 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.