Studi: 1 dari 20 Bayi di Dunia Mengalami Kekerasan Fisik, Ini Pelakunya
GH News April 25, 2026 01:08 PM
Jakarta -

Sebuah studi yang terbit di jurnal pada 1 Maret 2026 menemukan sekitar 1 dari 20 bayi di dunia mengalami kekerasan fisik. Ini termasuk memukul pantat, menampar, hingga mengguncang. Siapa pelakunya?

Dalam studi yang dilakukan oleh peneliti dari The University of British Columbia (UBC) dan Memorial University of Newfoundland (MUN), sebanyak 220.000 laporan tentang kasus bayi dan pengasuh diteliti. Mereka meninjau hingga 20 studi terkait.

Hasilnya, 4,8 persen pengasuh mengaku bertindak agresif secara fisik terhadap bayi di bawah 24 bulan.

Sedikit Orang Tua Jadi Pelaku

Peneliti menemukan bahwa tindakan kekerasan bukan hanya dilakukan oleh pengasuh. Studi mengungkapkan bahwa orang tua juga jadi pelaku.

"Sekitar empat hingga lima persen orang tua berperilaku agresif secara fisik terhadap bayi mereka," kata Dr Nichole Fairbrother, profesor klinis di departemen praktik keluarga UBC, dikutip dari laman UBC, Kamis (23/4/2026).

Fairbrother, menilai temuan ini penting untuk menjadi bahan refleksi bersama. Terutama karena data yang tercatat dalam laporan lembaga perlindungan anak sering kali lebih rendah.

Padahal, kasus kekerasan terhadap bayi, masih begitu tinggi. Dengan adanya survei anonim, kasus kekerasan terhadap bayi menjadi lebih banyak terungkap.

"Survei anonim memungkinkan para pengasuh untuk mengungkapkan perilaku yang tidak pernah sampai ke klinik, layanan kepolisian, atau pekerja sosial," kata Dr. Jon Fawcett, seorang asisten profesor di MUN yang ikut memimpin penelitian ini," kata Dr Jon Fawcett, seorang asisten profesor di MUN.

Pentingnya Dukungan bagi Orang Tua

Dalam temuan ini, memukul pantat menjadi yang paling umum, sedangkan mengguncangkan tubuh bayi lebih sedikit. Meski begitu, tindakan tersebut harus diperhatikan.

Penelitian ini juga menyoroti bahwa merawat bayi dapat menjadi pengalaman yang sangat menantang. Kurang tidur, tangisan bayi yang terus-menerus, hingga tekanan ekonomi dapat memicu stres pada pengasuh.

Dalam kondisi tersebut, sebagian orang tua mungkin bereaksi secara spontan ketika merasa sangat lelah atau frustrasi. Karena itu, para peneliti menekankan pentingnya dukungan bagi keluarga sejak awal, misalnya melalui edukasi pengasuhan, layanan konsultasi, atau program pendampingan bagi orang tua baru.

Fairbrother menekankan bahwa memahami skala masalah ini adalah langkah awal untuk mencegahnya. Di sisi lain, kebijakan yang jelas yang menetapkan norma untuk tidak memukul anak juga penting. Negara-negara yang melarang hukuman fisik mengirimkan pesan yang konsisten bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam pengasuhan.

"Masa bayi adalah tahap kehidupan yang paling rentan, dan banyak kasus agresi fisik tidak pernah muncul dalam catatan resmi," jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.