TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Viral video tumpukan sampah di kawasan Estuary Dam Tanah Kilap usai hujan melanda Kota Denpasar, Bali, tersebar di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali memberikan penjelasannya.
Kepala Dinas KLH Bali, I Made Dwi Arbani, menyatakan bahwa isi narasi dalam video tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi terbaru di lapangan.
Ia memastikan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung sekaligus mendokumentasikan situasi terkini di lokasi tersebut.
Baca juga: Ditarget Olah Sampah 300 Ton per Hari, TPST Tahura 1 dan 2 Denpasar Pasang 3 Mesin
“Video yang beredar kemungkinan diambil pada momen tertentu saat terjadi peningkatan debit air dan kiriman sampah dari hulu. Namun kondisi tersebut bersifat sementara dan telah ditangani oleh petugas di lapangan,” jelas Arbani, Sabtu 25 April 2026.
Sebagai tindak lanjut, KLH Bali juga merilis video pembanding yang dilengkapi keterangan waktu dan titik koordinat.
Dalam rekaman tersebut, kondisi Estuary Dam Tanah Kilap terlihat bersih dan terkendali, bahkan dimanfaatkan warga untuk aktivitas memancing.
Arbani menambahkan, penanganan sampah di kawasan tersebut berada di bawah koordinasi Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida sebagai pihak yang berwenang dalam pengelolaan wilayah sungai.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya di media sosial, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang tidak memiliki kejelasan waktu.
“Peran masyarakat sangat penting, tidak hanya dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya, tetapi juga dalam menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” tambahnya.
KLH Provinsi Bali menegaskan akan terus berupaya menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi persoalan sampah, terutama di wilayah aliran sungai dan pesisir.