SURYA.CO.ID, SURABAYA — Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) menandai usia ke-40 dengan sejumlah capaian dan rencana strategis, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan hingga penguatan bidang genetika medik sebagai keunggulan kampus.
Rektor UWKS, Prof. Dr. Ir. Rr. Nugrahini Susantinah Wisnujati, MSi, menegaskan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan Fakultas Kedokteran sebagai salah satu yang tertua di Jawa Timur.
Dukungan tersebut tercermin dari upaya menurunkan angka retaker mahasiswa secara signifikan.
“Retaker (ujian ulang) dari 196 bisa kita turunkan menjadi 49. Ini menunjukkan peningkatan kualitas proses pendidikan sekaligus komitmen kami dalam memastikan mahasiswa siap sebelum memasuki tahap profesi,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, penurunan angka retaker menjadi indikator penting peningkatan mutu pembelajaran.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan dekan saat ini yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam membangun integritas dan kualitas pendidikan.
Ke depan, UWKS menargetkan pembukaan program pendidikan dokter spesialis sebagai langkah strategis menjawab kebutuhan tenaga medis profesional.
“Pendidikan spesialis menjadi kebutuhan dan keharusan bagi dokter. Kami berharap UWKS bisa segera mewujudkannya,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FK UWKS, Dr. dr. Harry K. Gondo, Sp.OG., SubSp.Fm., SH., M.Hum., menyebut selama empat dekade,
FK UWKS telah meluluskan lebih dari 6.000 dokter yang berkontribusi di bidang kesehatan dan kemanusiaan.
“Ke depan kami ingin semakin berperan aktif dalam menyiapkan tenaga dokter yang tidak hanya melayani di Indonesia, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” katanya.
Ia menambahkan, FK UWKS merupakan pionir dalam pengembangan genetika medik.
Dalam momentum Dies Natalis ke-40, pihaknya menghadirkan pakar genetika dari Jepang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
“Genetika akan menjadi dasar penting dalam dunia kedokteran, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak serta berbagai penyakit berbasis genetik,” jelasnya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FK UWKS, Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes., menjelaskan rangkaian kegiatan peringatan 40 tahun melibatkan akademisi dalam dan luar negeri, alumni, serta masyarakat luas.
Sejumlah kegiatan sosial digelar, seperti donor darah, khitan massal, operasi katarak, serta pemeriksaan kesehatan gratis termasuk USG.
Selain itu, FK UWKS juga mengadakan bakti sosial ke Sumenep dan menerima donasi ambulans dari alumni untuk mendukung pendidikan dan pengabdian masyarakat.
“Puncaknya akan digelar Reuni Akbar pada 4 Juli, dilanjutkan fun run pada 5 Juli di Balai Kota Surabaya dengan target 2.000 peserta,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ilmiah, FK UWKS juga menghadirkan Prof. Akane Kondo dari Jepang yang menyoroti aspek etika dalam kedokteran prenatal, khususnya terkait pengambilan keputusan ketika ditemukan kondisi medis pada janin.
Sementara itu, Prof. Dr. Sultana Muhammad Hussein Faradz, Ph.D., pakar genetika medik, menekankan pentingnya peran genetic counseling dalam layanan kesehatan modern.
Menurutnya, perkembangan teknologi genomik memungkinkan diagnosis penyakit genetik dilakukan lebih akurat, meski masih menghadapi tantangan biaya dan akses.
“Genetic counseling membantu pasien memahami risiko penyakit turunan, termasuk peluang pada kehamilan berikutnya. Bahkan kini ada teknologi pre-implantation genetic testing untuk menyeleksi embrio yang sehat,” jelasnya.
Ia berharap FK UWKS dapat terus mengembangkan layanan berbasis genetika, termasuk prenatal diagnosis, sehingga mampu memberikan solusi bagi pasien dengan penyakit genetik dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.